Miras hingga Tiga Juta Rokok Ilegal Dimusnahkan Bea Cukai Solo

Merdeka.com - Merdeka.com - Bea Cukai Solo memusnahkan 3,8 juta batang rokok ilegal, minuman keras serta barang impor, Selasa (22/11). Barang yang dimusnahkan merupakan hasil penindakan yang dilakukan selama periode Desember 2021 hingga Oktober 2022.

Kepala Kantor Bea dan Cukai Solo Yetty Yulianty mengatakan, pemusnahan tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Direktur Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi (PKNSI) Direktorat Jenderal Kekayaan Negara.

"Selain itu juga izin dari Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Surakarta sesuai besaran nilai BMN yang diusulkan untuk dimusnahkan," ujar Yetty.

Turut hadir dalam kegiatan ini beberapa instansi seperti Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jawa Tengah dan DIY, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), Kepolisian Resor Karanganyar, Kejaksaan Negeri Karanganyar, Kodim Karanganyar, Denpom Surakarta, Kantor Pos Besar Surakarta, Rupbasan Surakarta, dan juga perwakilan Satpol PP yang berada di bawah wilayah operasional Bea Cukai Solo.

"Untuk barang yang dimusnahkan, perhitungan potensi pungutan cukainya adalah sebesar Rp3.056.203.335,28 dan perkiraan nilai barangnya sebesar RpRp 4.604.792.130," bebernya.

Adapun modus pelanggaran yang banyak dilakukan pada tahun ini, menurutnya adalah dengan menggunakan jasa titipan atau membeli secara online. Baik dari barang berupa rokok ataupun minuman keras yang tidak sesuai dengan ketentuan perundangan cukai.

Ditambahkan Yetty, untuk barang kiriman melalui kantor pos, bea barang yang dilakukan penegahan merupakan barang yang tidak memenuhi ketentuan larangan dan pembatasan terhadap barang impor dan tidak diselesaikan oleh impotir dalam jangka waktu yang telah ditentukan.

"Barang-barang yang dimusnahkan hari ini adalah rokok ilegal sebanyak 3,8 juta batang, 385 botol dan 86 jeriken miras ilegal, serta barang impor berupa benih tanaman, sex toys, obat, kondom, fishing lures, makanan, pakaian, kosmetik, part senjata, dan handphone batangan yang tidak memenuhi ketentuan lartas," jelas Yetty.

Proses pemusnahan barang-barang tersebut dilakukan dengan cara dibakar dan dirusak, sehingga tidak dapat dipergunakan atau sudah tidak memiliki nilai ekonomis.

Yetty menambahkan, tujuan dari kegiatan pemusnahan Barang Kena Cukai (BKC) ilegal adalah mengamankan penerimaan negara, mengendalikan konsumsinya, dan menciptakan iklim usaha atau kompetisi usaha BKC yang sehat.

"Barang-barang yang diimpor dengan tidak memenuhi ketentuan dari kementerian terkait juga dimusnahkan sesuai dengan peraturan yang berlaku," pungkas dia. [cob]