Mirip Jambul, Aksesori di Atap Truk Ini Punya Tugas Berat

Pius Yosep Mali
·Bacaan 1 menit

VIVA – Berbeda dengan mobil penumpang, produsen kendaraan niaga biasanya hanya menjual truk dalam wujud kabin penumpang, dan bagian belakangnya dibiarkan kosong. Nantinya, sasis tersebut bisa menjadi dudukan bak yang jenisnya disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.

Untuk membuat bak belakang truk, biasanya konsumen memanfaatkan jasa karoseri dengan penambahan biaya tertentu. Wujudnya baknya beragam, mulai dari yang memakai kayu, besi (dump truck), hingga box besi untuk tempat penyimpanan barang bawaanya.

Setelah proses pembuatan karoseri usai, maka truk baru siap dioperasikan untuk membawa berbagai jenis barang. Menariknya, pemilik ataupun pengemudi banyak yang tak puas dengan tampilan standar kendaraan tersebut.

Sehingga, banyak yang kemudian memasang beragam aksesori di bagian eksterior, mulai dari stiker bertuliskan nama perusahaan dan kode kendaraan, tulisan unik, lampu warna-warni, hingga klakson bersuara nyaring.

Agar kendaraan niaga tersebut terlihat berbeda dengan yang lain, ada pula yang memasang bodykit dan melakukan pengecetan ulang pada bodi dan baknya. Tak jarang, dipasang juga 'jambul' di bagian atap truk tersebut.

Aksesori yang dipasang di atap truk besar maupun berukuran sedang tersebut, Thomas Wijanarka selaku Instruktur Trainning Center PT Isuzu Astra Motor Indonesia, bernama Wind Deflector.

"Biasa kalau sopir atau pemilik menyebutnya sebagai jambul, atau ada juga yang bilang topi, padahal nama aslinya Wind Deflector. Aksesori ini umum dipakai di truk," ujarnya dalam Webinar Basic Truck Isuzu belum lama ini.

Meski berstatus aksesori, kata Thomas, pemakaian Wind Deflector memiliki tugas berat. Komponen tersebut, harus bisa memecah angin, aga lebih mengalir dan tak langsung terkena bak ketika truk dikemudikan.

"Gunanya Wind Deflector ini untuk memecah angin dari arah depan, agar lebih aerodinamis dan tidak langsung menabrak bak/box. Sebab, kita ketahui biasanya truk punya bagian belakang itu posisinya lebih tinggi dari kabin depan," paparnya.

Baca juga: Bukan Guyonan, Ada Jenis Truk Bernama Trintin dan Trinton.