Miris, 540 Bayi Lahir dengan Bibir Sumbing Setiap Hari

·Bacaan 2 menit

VIVA – Data menunjukkan, setiap hari, ada 540 bayi di dunia yang terlahir dengan kondisi bibir sumbing atau celah langit-langit. Yaitu, kondisi terdapatnya celah di antara rongga mulut dan rongga hidung akibat ketidaksempurnaan proses penyatuan bibir dan langit-langit pada masa perkembangan janin.

Anak-anak dengan kondisi ini berpotensi mengalami komplikasi kesehatan. Bahkan, dapat membawa dampak negatif terhadap kehidupan sosial anak akibat stigma yang ada di masyarakat.

Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik Indonesia (PERAPI), Mayjen TNI dr. Budiman, SpBP-RE, MARS, menjelaskan, anak-anak yang terlahir dengan kondisi bibir sumbing berisiko tinggi mengalami berbagai masalah kesehatan.

"Di antaranya kesulitan makan, bernapas, mendengar, berbicara, serta berisiko tinggi mengalami malnutrisi. Jika kondisi ini tidak segera ditangani, akan berpengaruh terhadap tumbuh kembang dan kesehatan anak dalam jangka panjang, sehingga juga membawa dampak besar terhadap kualitas dan kemajuan suatu negara," ujarnya saat Bakti Kesehatan POLRI Operasi Bibir Sumbing dan Celah Langit-langit di RS Bhayangkara Pusat Raden Said Sukanto Jakarta, Selasa 15 Juni 2021.

Sebagai upaya untuk mengurangi risiko tersebut sekaligus menyambut Hari Bhayangkara Ke-75, HUT Kedokteran dan Kesehatan (DOKKES) POLRI Ke-75, dan HUT Rumah Sakit Bhayangkara Pusat Raden Said Sukanto Ke-55, Smile Train Indonesia bekerja sama dengan Pusat Kedokteran dan Kesehatan Kepolisian Republik Indonesia (PUSDOKKES POLRI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik Indonesia (PERAPI), memberikan layanan operasi sumbing gratis bagi lebih dari 1.000 anak penderita bibir sumbing yang terdaftar di Rumah Sakit Bhayangkara dari Aceh hingga Papua.

Kepala Pusat Kedokteran Dan Kesehatan POLRI (KAPUSDOKKES), Brigjen. Pol. Dr. dr. Rusdianto, M.M., M.Si., DFM., mengatakan, PUSDOKKES POLRI turut prihatin akan tingginya jumlah kasus bibir sumbing di Indonesia.

"Oleh sebab itu, untuk yang kedua kalinya kami mengadakan Bakti Sosial Operasi Gratis Bibir Sumbing serentak di seluruh Indonesia, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan di masa adaptasi baru," ujarnya saat menghadiri bakti sosial tersebut yang juga berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk kategori operasi sumbing terbanyak selama pandemi.

"Ini merupakan bagian dari dedikasi kami kepada negara untuk mewujudkan anak-anak Indonesia yang lebih sehat, selaras dengan tema Hari Bhayangkara ke-75 DOKKES berbakti untuk POLRI bagi negeri," sambung dia.

Berada di tempat yang sama, Country Manager Smile Train Indonesia, Deasy Larasati, mengatakan, selama satu tahun terakhir, kita semua telah mengalami dampak dari pandemi COVID-19.

"Namun, kami tetap semangat untuk terus berupaya agar pasien-pasien kami mendapat pelayanan dan menjalani hidup dengan lebih baik. Walaupun sempat tertunda dan harus menunggu lebih lama karena pandemi ini, kami bersyukur operasi gratis bibir sumbing ini dapat berjalan kembali," ungkapnya.

Layanan Operasi Gratis Bibir Sumbing dilakukan selama periode Juni 2021. Sebanyak lebih dari 1.000 pasien telah terdaftar, dan 752 operasi telah berhasil dilaksanakan di 38 RS Bhayangkara dari seluruh Indonesia.

Hingga saat ini, masih berlangsung kegiatan operasi di beberapa wilayah, termasuk RS Bhayangkara Jambi, RS Bhayangkara Semarang, RS Bhayangkara Banten, RS Bhayangkara Denpasar, RS Bhayangkara Mataram, RS Bhayangkara Ambon, RS Bhayangkara Palangkaraya, dan RS Bhayangkara Bandung.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel