Miris, Bocah Kecil Jadi Korban Serangan Gas Air Mata Polisi

Donny Adhiyasa

VIVA – Kerusuhan di Amerika Serikat yang dipicu tewasnya warga kulit hitam, George Floyd di Minneapolis terus meluas. Situasi itu pun semakin tak terkendali dengan aksi represif polisi yang coba menghalau ribuan demonstran untuk membubarkan diri.

Sayangnya, aksi polisi mencegah meletusnya kekacauan justru kerap memunculkan korban lainnya. Tak cuma orang dewasa, sejumlah anak-anak pun turut jadi korban dari tindakan represif polisi.

Makin besarnya gelombang protes tragedi rasisme ini, menjadikan anak-anak harus mengalami tindak kekerasan dari pihak yang seharusnya mengayomi dan melindungi mereka.

Baca juga: Viral, Video Risma Ngamuk Sebut Nama Puan Maharani dan Pramono Anung

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu 31 Mei 2020 lalu saat seorang anak terpaksa terkena semprotan gas air mata ketika ia dan keluarganya baru saja hendak pulang.

Saat keluar mobil, tiba-tiba kerumunan yang berada di sekitar mereka melepaskan tembakan gas air mata yang membuat anak tersebut menjerit histeris.

Begitu mereka keluar, Jessica Farlow, penolong pertama, datang untuk membantu anak yang menderita itu.

"Saya segera berlari untuk membantu dan wajah anak dan seluruh tubuh mereka memerah karena serangan gas air mata atau semprotan merica ini," ujar Jessica seperti yang dilansir ABC21 WPTA.

Baca juga: Selain Sembako, Ini Daftar Bansos Pemerintah Pusat saat Pandemi Corona

Jessica berkata, dia menghabiskan sekitar sepuluh menit untuk mencoba menghentikan rasa perih dan terbakar di mata anak tersebut.

Setelah selesai, dia memberi gadis kecil itu permen dan gadis kecil itu hanya berkata "Terima kasih untuk permennya," sambil tersenyum.

Namun, polisi segera datang dan meracuni anak itu untuk kedua kalinya. Ibu anak itu menceritakan kisah itu.

"Dia baru berusia tiga tahun dan aku bahkan tidak di sini untuk protes, kami dikeluarkan dari kendaraan kami. Dia (petugas polisi) memandangi putriku, melempar tabung (gas air mata) dan meledak,” jelas sang ibu.