Miris, Dua Ruangan SD di Makassar Disegel Ahli Waris dan Perpustakaan Dibobol Maling

Merdeka.com - Merdeka.com - Kondisi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Mallengkeri Makassar sangat miris setelah disegel seorang warga yang mengaku ahli waris. Selain disegel ahli waris, sekolah yang terletak di Kompleks Tabaria, Jalan Manuruki, Makassar ini juga sempat dibobol maling.

Kepala Dinas Pendidikan Makassar, Muhyiddin Mustakim membenarkan terkait penyegelan dilakukan seorang warga yang mengklaim sebagai ahli waris. Meski disegel, Muhyiddin mengaku proses belajar mengajar di SDN 2 Mallengkeri tetap berlangsung.

"Yang disegel bukan semua bangunan, tapi hanya dua kelas saja. Jadi proses belajar mengajar tetap berjalan seperti biasa," kata Muhyiddin kepada wartawan, Senin (1/8).

Muhyiddin mengaku heran kenapa ahli waris baru mempermasalahkan, padahal SDN 2 Mallengkeri sudah berdiri sejak puluhan tahun lalu. Ia menegaskan lahan yang disegel ahli waris merupakan aset Pemkot Makassar.

"itu aset kita dan tercatat. Kalau mau gugat silakan dan tentunya kami akan fight," tegasnya.

Sementara itu, Kepala SDN 2 Mallengkeri, Marsyiah mengaku akibat penyegelan tersebut membuat siswa tidak bisa menggunakan beberapa kelas dan juga perpustakaan. Ia mengaku dari 12 kelas, yang disegel hanya dua.

"Kegiatan belajar mengajar tetap berjalan karena masih ada ruang kelas lainnya. Kan yang disegel dua kelas dan perpustakaan," ungkapnya.

Selain beberapa ruang disegel, Marsyiah mengungkapkan ruang perpustakaan dibobol maling. Sejumlah barang seperti meja, kursi, buku dan alat pembelajaran lainnya raib dicuri.

"Ruang perpustakaan yang disegel barang-barangnya habis. Ada banyak buku yang hilang di sana," sebutnya.

Marsyiah mengaku sudah melaporkan kejadian pembobolan tersebut ke pihak kepolisian. Dia berharap masalah ini bisa cepat diselesaikan agar siswa bisa kembali belajar. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel