Miris, Indonesia Masuk Daftar Negara dengan Kesadaran Literasi Rendah

Tasya Paramitha, Sumiyati
·Bacaan 1 menit

VIVA – Penanaman literasi sedini mungkin dapat menjadi modal utama dalam mewujudkan bangsa yang cerdas dan berbudaya. Hal itu diharapkan agar anak-anak memiliki wawasan yang luas, memiliki berbagai sudut pandang dalam memahami kehidupan sosial, dan sadar akan pentingnya memajukan bangsa Indonesia.

Indonesia sendiri masuk ke dalam posisi negara dengan kesadaran literasi rendah. Sebuah studi yang dipublikasikan World’s Most Literate Nation dari Central Connecticut State University pada 2016, menyatakan bahwa Indonesia masuk peringkat ke 60 dari 61 negara yang dibandingkan.

Hal inilah yang mendasari diselenggarakannya sayembara cerpen anak dengan tema Kisah Bumi. Tifanny Meilianti sebagai leader Kisah Bumi mengatakan, lomba ini dibuat untuk menumbuhkan lagi minat menulis yang mulai hilang oleh perkembangan zaman terutama sastra untuk anak.

"Kami memilih tema kesadaran lingkungan agar anak-anak teredukasi dan mengenal alam sedari dini," ujarnya saat mengumumkan sayembara cerpen anak Kisah Bumi, yang diinisiasi oleh Sayur Kendal bersama GMT Institute, lewat rilis yang diterima VIVA, Minggu, 17 Januari 2021.

Tifanny melanjutkan, target yang ingin dicapai adalah karya sastra yang dapat dinikmati oleh anak-anak dengan bahasa yang ramah dan mudah dipahami. Menyampaikan pesan lewat tulisan dengan tema kesadaran lingkungan, sehingga menumbuhkan kesadaran bagi penulis dan pembaca.

"Sayembara cerpen anak 'Kisah Bumi' menyiapkan total hadiah sebesar Rp25 juta yang akan diberikan kepada 15 karya terbaik pilihan dewan juri dan juga sebagai bentuk apresiasi kepada para penulis yang sudah mengirimkan karyanya," kata dia.

Sayembara ini dibuka untuk umum. Pendaftaran dibuka mulai 15 Januari 2021. Untuk informasi lebih lanjut, dapat mengecek Instagram @Sayurkendal.