Miris Kekerasan Seksual Anak Justru Terjadi di Kota Layak Anak Padang

·Bacaan 1 menit

Fimela.com, Jakarta Kota Padang selama empat tahun terakhir meraih penghargaan Kota Layak Anak kategori nindya. Pada September lalu pun Wali Kota Padang, Hendri Septa mengharapkan ke depan kota ini meraih Kota Layak Anak kategori utama.

Namun, mirisnya kasus kekerasan seksual terjadi di Padang, Sumatera Barat. Topik ini mencuat setelah terungkapnya sejumlah kasus dalam waktu berdekatan.

Melansir liputan6.com, tidak seperti julukannya Kota Layak Anak, di Padang terdapat sejumlah kasus kekerasan seksual pada anak. Bayangkan saja, dalam satu minggu terakhir sudah ada tiga kasus terungkap dan semua korban anak di bawah umur.

TERKAIT: Sikap Tegas Save the Children Desak Pemerintah untuk Lebih Melindungi Anak atas Dugaan Kekerasan Seksual di Luwu Timur

TERKAIT: Tiga Anak Saya Diperkosa: Ketika Keadilan untuk Korban Kekerasan Seksual masih Dipertanyakan

TERKAIT: 3 Cara Melawan Kekerasan Seksual Terutama untuk Anak-Anak

Tak hanya perempuan di bawah umur, anak laki-laki menjadi korban sodomi. Banyaknya kasus ini pun ditangani Polresta Padang.

Kekerasan seksual dilakukan orang terdekat

Penghapusan kekerasan seksual pada anak/copyright shutterstock
Penghapusan kekerasan seksual pada anak/copyright shutterstock

Pelaku merupakan orang terdekat korban, yakni kakek, paman, dua orang kakak, tetangga hingga teman paman korban.

Kasatreskrim Polresta Padang, Rico Fernanda mengatakan tindakan pemerkosaan dan pencabulan dilakukan secara bergantian oleh para pelaku.

Lalu, kejadian kekerasan seksual terhadap dua korban kembali terulang ketika kedua kakak korban melihat hal yang dilakukan oleh pamannya tersebut dan mengikutinya juga.

Kemudian, beberapa hari setelah kasus satu keluarga hingga tetangga memperkosa kakak beradik itu, polisi juga menangkap seorang guru ngaji yang diduga telah menyodomi anak laki-laki di bawah umur.

Tak tanggung-tanggung, polisi menduga korban guru ngaji yang sudah lanjut usia ini diduga mencapai 14 orang, korban merupakan murid yang belajar mengaji dengan pelaku.

"Modusnya, pelaku membujuk korban dengan meminjamkan telepon pintarnya, membelikan makanan, hingga mengajak korban jalan-jalan," katanya, Sabtu (20/11/2021).

Pada malam yang sama ditangkapnya guru ngaji tersebut, polisi juga mengamankan seorang nelayan yang diduga telah mencabuli anak di bawah umur berusia 11 tahun.

"Perbuatan ini dilakukan oleh MST sejak Juni 2021," katanya, Sabtu (21/11/2021).

#elevate women

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel