Miris Nasib Para Guru Agama Honorer di Jabar, Tahunan Tak Digaji

·Bacaan 1 menit

VIVA – Fenomena kondisi keterbatasan honor bagi pengajar agama Kristen (PAK) di Jawa Barat menjadi sorotan. Salah satunya masih ada PAK di Kota Bandung yang mengajar tanpa ada honor dengan jam mengajar di waktu jeda.

Bimas Kristen Kemenag Kanwil Jawa Barat, Budiman Hutasoit mengakui fenomena tersebut memang benar adanya. Bahkan nasib itu terjadi pada guru honorer yang mengajar dari level SD hingga SMA dan terjadi sudah sangat lama alias menahun.

"Mereka-mereka guru honorer itu tidak mendapatkan honor, hanya sebagai pengabdian aja. Memang begini kondisinya," ujar Budiman kepada VIVA pada Selasa 24 Agustus 2021.

Budiman menjelaskan, tak dipungkiri masih ada sekolah yang mengerti terhadap kondisi itu dengan memberikan uang pengganti transport. "Kadang juga ada, kita enggak nutupin ada seperti itulah kondisinya," kata dia lagi.

Budiman menuturkan, pihaknya mendapat informasi bahwa akan ada bantuan honorarium dari pemerintah daerah bagi para guru ini.

"Katanya akan ada 1,5 juta, kami sih berharap kalau ada sangat berterima kasih ada kerja sama yang baik jadi bukan hanya golongan tertentu," kata dia.

Budiman tak menampik ada sebagian guru PAK yang berkeluh kesah dengan kondisi ini.

"Kebanyakan guru kita hanya pengabdian saja. Mereka datang ke kantor curhat dan mereka pada prinsipnya enjoy aja mengajar. Ketika mereka di sekolah diberi pengganti transport mereka sangat bersyukur. Jika pun tidak ada itu tidak jadi penghalang untuk menjalankan tugasnya," imbuhnya.

"Kalau ditanya sejak kapan? Udah lama. Tahun ini kita mendapat ada 49 orang yang harus kita bantu artinya mengganti transport dengan nilainya pun tidak layak. Nah yang 49 ini disalurkan ke seluruh kabupaten kota di Jawa Barat tapi itu hanya sekadar pengganti. Seperti ini kondisinya, bukan berarti pemerintah enggak ada perhatian," kata dia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel