Miris, Pria Terancam Membusuk di Penjara Akibat Cemburu ke Balotelli

Muchamad Syuhada
·Bacaan 1 menit

VIVA – Cerita kontroversial seperti tidak pernah berhenti mengikuti kehidupan Mario Balotelli. Ada saja kisah 'unik' yang silih berganti dimunculkan mantan penyerang Timnas Italia tersebut.

Kali memang bukan Balotelli yang berulah. Melainkan seorang pria yang sedang menghadapi tuntutan 13 tahun penjara.

Lalu apa hubungannya dengan Balotelli? Pria tersebut menghadapi ancaman itu karena cemburu terhadap wanita yang dekat dengan eks bomber Inter Milan dan AC Milan.

Pria yang tidak disebutkan namanya itu diamankan karena melakukan penyerangan kepada wanita itu. Belakangan diketahui sang korban adalah mantan pasangan dari pelaku.

Dikutip Football Italia, wanita tersebut sudah berkali-kali menjelaskan bahwa dia tidak ada hubungan dengan Balotelli. Namun sang pria tidak yakin dan malah melakukan penyerangan.

Balotelli sendiri sudah beberapa kali mencoba melerai konflik di antara mereka. Tapi tetap saja tidak berhasil.

Pihak pengacara pria 30 tahun itu juga secara gamblang menyebut nama Balotelli dalam laporan. Dia dianggap menjadi sosok yang membakar api cemburu karena dekat dengan sang wanita.

Sebelum kasus ini, sang pria juga sudah mendapatkan hukuman dua tahun penjara karena kasus serupa. Ternyata pengalaman buruk masuk bui tidak membuatnya jera sama sekali.

Untuk Balotelli, sekarang dia diketahui bermain di Monza. Dia sudah turun dalam delapan laga dan mencetak dua gol bersama klub milik mantan pemilik AC Milan yang juga mantan perdana menteri Italia, Silvio Berlusconi.

Masalah yang melibatkan Balotelli juga dianggap bukan hal aneh. Sebab selama ini dia dikenal sebagai Don Juan. Eks penggawa Brescia itu dekat dengan banyak wanita mulai dari kalangan biasa sampai ke model dan selebritis.

Di antara sejumlah wanita yang pernah menjalin hubungan dengan Balotelli adalah Rafaela Fico serta Fanny Neguesha. Keduanya merupakan model kenamaan. Untuk Fico, dia memiliki anak dengan Balotelli, meski di awal sang bomber sempat tak mengakui itu adalah darah dagingnya.