Mirisnya Kondisi Sudan, 7,76 Juta Orang Hadapi Kerawanan Pangan Akut

Merdeka.com - Merdeka.com - Kelaparan dan kekurangan gizi meningkat di seluruh wilayah yang terkena banjir, kekeringan dan konflik di Sudan Selatan. Integrated Food Security Phase Classification (IPC) menunjukkan, sekitar dua pertiga populasi Sudan Selatan yang berjumlah 7,76 juta orang, kemungkinan menghadapi kerawanan pangan akut selama musim paceklik April-Juli 2023 serta 1,4 juta anak-anak akan terancam kurang gizi.

The Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO), the United Nations Children’s Fund (UNICEF) dan the United Nations World Food Programme (WFP) memperingatkan bahwa proporsi orang yang menghadapi kerawanan pangan dan kekurangan gizi berada pada tingkat tertinggi yang pernah ada.

Penurunan ketahanan pangan dan tingginya prevalensi kekurangan gizi disebabkan oleh kombinasi konflik, kondisi ekonomi makro yang buruk, peristiwa iklim ekstrem serta melonjaknya biaya makanan dan bahan bakar.

Namun, pada saat yang sama, telah terjadi penurunan dana untuk program-program kemanusiaan meskipun kebutuhan kemanusiaan terus meningkat.

Sudan Selatan berada di garis depan yang terkena dampak krisis iklim dan hari demi hari keluarga kehilangan rumah, ternak, ladang, dan harapan karena cuaca ekstrem juga semakin banyak.

Tanpa bantuan makanan kemanusiaan, jutaan manusia akan berada dalam situasi yang semakin mengerikan dan tidak mampu menyediakan makanan yang paling dasar untuk keluarga mereka.

Banjir Multi Tahun

Banjir multi-tahun yang belum pernah terjadi sebelumnya melanda negara itu juga telah memperburuk tingkat kelaparan yang disebabkan oleh konflik dan krisis pangan global yang sedang berlangsung.

Sejauh ini memang dilakukan perbaikan kecil dalam ketahanan pangan di beberapa bagian negara, namun nyatanya krisis gizi di Sudan Selatan semakin parah. Hampir semua kabupaten di Sudan Selatan menunjukkan penurunan situasi gizi hingga Juni 2023, termasuk 44 kabupaten di mana situasinya dianggap paling kritis.

"Dukungan mata pencaharian sangat dibutuhkan untuk memfasilitasi kemandirian Sudan Selatan dalam produksi pangan," kata Meshack Malo, Perwakilan FAO di Sudan Selatan pada laporan resmi UNICEF.

Reporter Magang: Hana Tiara Hanifah [idr]