Misa Rabu Abu di Masa Pandemi, Aturan Penerimaan Abu Sendiri di Rumah

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Pada 17 Februari 2021, umat Katolik di seluruh dunia memulai masa pantang dan puasa dengan menggelar Rabu Abu. Dalam liturgi tahun gereja, Rabu Abu menjadi awal mula umat Katolik menjalani masa prapaskah yang akan berlangsung selama 40 hari.

Dalam perayaan Rabu Abu, biasanya umat Katolik akan menerima abu pada dahi sebagai tanda pertobatan. Dengan pastor atau prodiakon yang menyematkan tanda salib pada dahi menggunakan abu sembari berkata "Bertobatlah dan percayalah pada Injil".

Namun karena pandemi COVID-19 masih melanda, umat Katolik dihimbau untuk tetap melakukan penerimaan abu sendiri di rumah. Sejumlah Gereja Katolik pun memberikan sosialisasi kepada umatnya untuk melakukan penerimaan abu di rumah. Seperti yang dilakukan Gereja Santo Barnabas Pamulang yang mendapatkan sosialisasi pembuatan abu di rumah dengan cara berikut ini:

  • Seluruh anggota keluarga berdoa bersama yang dimulai dengan Aku Percaya, Bapa Kami dan Salam Mari sebelu menyiapkan abu dari daun palma yang sudah diberikati tahun lalu.

  • Setelah selesai, lakukan persiapan pembakaran daun palma dengan menyiapkan beberapa peralatan. Seperti wadah, gunting, daun palma, dan korek api.

  • Daun palma bisa digunting menjadi ukuran yang lebih kecil untuk mempermudah pembakaran. Masukkan ke dalam wadah.

  • Daun palma dibakar dalam wadah. Lakukan dengan hati-hati. Pembakaran daun palma biasanya menyisakan batang yang masih kasar, tumbuk hingga halus.

  • Setelah halus, simpan abu di wadah yang sepantasnya

Tata cara penerimaan abu di rumah

Simak aturan penerimaan abu sendiri di rumah saat Rabu Abu (Foto: unsplash.com/Grant Whitty)
Simak aturan penerimaan abu sendiri di rumah saat Rabu Abu (Foto: unsplash.com/Grant Whitty)

Tak hanya sosialisasi pembuatan abu sendiri, Gereja Santo Barnabas Pamulang juga merilis panduan penerimaan abu saat mengikuti misa online Rabu Abu di rumah. Seluruh anggota keluarga mengikuti misa online dengan meja altar yang telah disiapkan. Saat Imam mengatakan "Bertobatlah dan percayalah pada Injil", umat diminta menjawab "Amin".

Tidak seperti tahun sebelumnya yang menyematkan abu dengan membentuk tanda Salib, kali ini, abu hanya ditaburkan di atas kepala. Dimulai dengan Kepala keluarga yang menaburkan abu di atas kepalanya, kemudian dilanjutkan penaburan abu oleh kepala keluarga kepada anggota keluarga lainnya.

Simak video berikut ini

#Elevate Women