Misi Besar Indonesia di Balik Status Tuan Rumah Piala Dunia U-20

Zaky Al-Yamani, Eduward Ambarita
·Bacaan 1 menit

VIVA – Pemerintah berharap Piala Dunia U-20 yang berlangsung tahun depan sekaligus menjadi ajang promosi Indonesia ke khalayak masyarakat dunia. Ajang ini pun menjadi momentum Indonesia menjadi magnet baru dan diperhitungkan di tingkat global.

"Tentu saja ajang ini untuk promosi tentang peranan Indonesia di tengah percaturan global," kata Ketua Panitia Pengarah sekaligus Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy usai rapat terbatas dengan Presiden Jokowi, Selasa 20 Oktober 2020.

"Ini (tuan rumah Piala Dunia U-20) juga akan menggunakan momentum ini khususnya untuk kekuatan persepakbolaan nasional kita," lanjutnya.

Baca: Program Timnas U-19 ke Piala Dunia U-20 Terancam Jika Liga 1 Mati Suri

Di kesempatan yang sama, Menteri Pemuda dan Olaraga Zainudin Amali, menyatakan rapat terbatas tadi Presiden Jokowi secara khusus menananyakan kesiapan infrastruktur penyelenggaraan Piala Dunia U-20. Termasuk kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah menerapkan protokol kesehatan.

"Itu sudah juga jalan sesuai dengan jadwal dan tidak ada satu hal yang mengkawatirkan tinggal kita nanti menunggu kapan inspeksi tentang kelayakan lapangan, khususnya lapangan pertandingan itu yang akan menyatakan layak dan teknis tidaknya adalah FIFA," kata dia.

Baca: Protokol Kesehatan Corona Dipakai di Piala Dunia U-20 Indonesia

Sekadar diketahui, perhelatan berskala internasional, dalam kurun waktu sepekan ini dibahas Presiden Jokowi dan para menterinya. Belum lama ini, rapat juga membahas rencana konferensi internasional Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) yang akan terselenggara di Nusa Dua Bali, tahun 2022.

Jokowi pun mengharapkan, forum tersebut jadi ajang promosi pariwisata. "Jangan sampai lupa bahwa kehadiran 190-an negara dapat digunakan sebagai momentum untuk mempromosikan pariwisata Indonesia," kata Jokowi, Kamis 15 Oktober 2020.