Misi Ganda Lewis Hamilton Bertahan di F1 2021

Jonathan Noble
·Bacaan 2 menit

Dengan olahraga itu, ia ingin menyalurkan hasratnya melaju dengan jet darat sekaligus memerangi rasialisme. Driver asal Inggris tersebut kemungkinan segera memperpanjang kontraknya.

Kemenangan di GP Turki dan dipatahkannya rekor juara dunia tujuh kali milik Michael Schumacher, tak membuat Hamilton puas. Alih-alih memutuskan berhenti, ia malah seolah terlahir kembali dengan semangat membara.

“Saya merasa seperti baru mulai. Itu sangat aneh. Fisik saya prima dan mental…(2020)…sebuah tantangan yang saya tidak tahu bagaimana melaluinya,” ujarnya.

“Tapi dengan bantuan orang-orang di sekitar, pertolongan tim saya, pertolongan tim LH, saya bisa menjaga kepala saya di atas air dan tetap fokus, jadi saya berharap lebih baik tahun depan.

“Saya ingin bertahan. Saya merasa kami punya banyak pekerjaan yang harus dilakukan di sini. Anda tahu kami baru mulai. Saya ingin mendorong agar kami akuntabel sebagai olahraga, untuk menyadari bahwa kami harus menghadapi dan tidak mengabaikan isu hak asasi manusia di negara yang kami kunjungi.”

Pembalap 35 tahun tersebut menekankan bahwa F1 dan semua yang terlibat mesti punya dampak positif terhadap tuan rumah balapan secara nyata.

“Begitu cara kami terikat dengan negara-negara itu dan membantu mereka, serta memberdayakan mereka agar berusaha berubah, tidak 10 tahun dari sekarang, maupun 20 tahun dari sekarang, melainkan saat ini. Saya ingin menolong F1, membantu Mercedes, dalam perjalanan itu,” ia melanjutkan.

Baca Juga:

Hamilton Tegaskan Aspal Baru Istanbul Park Menakutkan Hasil F1 GP Turki: Hamilton Pastikan Gelar Ketujuh

“Dan juga bergerak dengan berkelanjutan, Anda tahu, sebagai olahraga. Selebihnya ketika kami perlu lebih berkesinambungan. Saya ingin mencoba dan melihat kalau saya jadi bagian dari itu, setidaknya di fase awal, sedikit lebih lama.”

Hamilton lantas berbicara tentang caranya merayakan keberhasilan malam itu. Tak ada pesta atau makan malam bersama sebab ia mesti mematuhi protokol kesehatan saat pandemi Covid-19. Dia ingin menyantap semangkuk sup ditemani sebotol anggur sembari menonton tayangan ulang balapan.

“Tahun ini, saya tidak pernah keluar dan saya tidak makan malam (di restoran). Saya hanya tinggal di dalam gelembung. Saya mendapat layanan kamar setiap hari dan tidak ada yang menarik. Itu wajar karena saya mesti berjuang untuk kejuaraan, jadi saya tak mau mengambil risiko,” katanya.

“Saya kira tahun ini saya mengorbankan lebih dari sebelumnya dalam hidup. Anda tahu, ini membuat lebih sulit. Saya akan pulang malam ini dan itu bukan sesuatu yang menarik. Mungkin saya hanya akan makan sup minestrone, tentu saja minum sebotol anggur.”