Misi Khusus Jepang di Mars

·Bacaan 2 menit

VIVA – Pemerintah Jepang akan mengirim pesawat antariksanya ke satelit alami milik Planet Mars, Phobos, pada 2024. Pengiriman tersebut ditujukan untuk mengambil sampel tanah pada 2029. Informasi tersebut disampaikan oleh stasiun televisi nasional NHK.

Melansir Sputniknews, Senin, 5 Juli 2021, Jepang telah menyusun laporan jangka menengah terkait kebijakan luar angkasa pada 29 Juni lalu. Japan Aerospace Exploration (JAXA) berencana meneliti salah satu satelit dari Planet Mars pada 2024.

Misi tersebut diharapkan bisa membawa sampel tanah yang telah dikumpulkan dari Phobos untuk dibawa kembali ke Bumi guna penelitian lebih lanjut pada tahun-tahun mendatang.

Tidak hanya itu saja, JAXA juga berencana mengembangkan sistem peringatan bencana yang memanfaatkan satelit kecil sehingga pemerintah Jepang bisa mengetahui secara langsung jika ada bencana yang akan datang.

Sebelumnya, Jepang telah melakukan pengambilan sampel dari permukaan Asteroid Ryugu. Hal itu terjadi pada Desember 2020, di mana JAXA berhasil membawa debu pasir hitam dalam kapsul pesawat luar angkasa Hayabusa2.

Jepang telah meluncurkan Hayabusa2 pada 2014 dengan tujuan mengambil material Asteroid Ryugu sebanyak dua kali sebelum kembali ke Bumi.

Kembalinya kapsul kecil itu ke Bumi menandakan selesainya misi pertama Jepang yang akan memberikan bukti tentang asal-usul Tata Surya dan penyebab kehidupan di satu-satunya planet yang dihuni manusia.

Sampel bebatuan yang diambil dari bawah permukaan Ryugu ini diharapkan dapat memberikan potongan asteroid yang tidak terkontaminasi oleh radiasi atau kondisi kosmik lainnya.

Setelah mendarat, kapsul antariksa itu dibawa ke fasilitas penelitian milik Australia untuk diperiksa terlebih dahulu, sebelum diterbangkan ke Jepang.

Asteroid pada dasarnya adalah material yang tersisa dari pembentukan Tata Surya. Obyek antariksa itu terbuat dari material yang sama dengan yang membentuk planet seperti Bumi, namun tidak memenuhi kualifikasi untuk disebut planet.

JAXA telah turut serta dalam kompetisi penerbangan ke luar angkasa yang saat ini didominasi oleh Amerika Serikat dengan NASA dan perusahaan swasta SpaceX serta Blue Origin.

Selain itu, China telah berkali-kali menghebohkan dunia dengan menerbangkan sejumlah pesawat luar angkasanya termasuk ke Mars. Rusia dengan Roscosmos-nya juga meramaikan persaingan roket luar angkasa.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel