Misinformasi! MSG dapat bunuh sel-sel otak dan rusak sistem saraf

Jakarta (ANTARA/JACX) - Bumbu penyedap rasa atau dikenal sebagai monosodium glutamate (MSG) oleh pengguna Instagram dikalim dapat membunuh sel-sel otak.

Pada unggahan yang muncul 18 Agustus 2022 itu disebut pula MSG dapat merusak sistem saraf manusia yang menyebabkan kebingungan, kecemasan, bahkan mikro-strok.

Klaim yang dimuat dalam bahasa Inggris itu telah disukai 264 pengguna lain Instagram dan dikomentari 34 pengguna lainnya.

Berikut narasi unggahan itu yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia:
"MSG biasanya menumpuk di otak Anda, masuk jauh ke dalam jaringan otak Anda. Itu dapat menyebabkan peradangan dan pembengkakan, membunuh ribuan sel otak Anda, mengganggu impuls listrik, melemahkan neurotransmiter, membakar neuron, membuat Anda merasa bingung dan cemas, dan bahkan menyebabkan strok mikro.”

Tapi, benarkah MSG membunuh sel-sel otak dan merusak sistem saraf?

Unggahan misinformasi tentang bumbu penyedap rasa atau monosodium glutamate (MSG) yang dapat membunuh sel otak dan merusak sistem saraf. (Instagram)
Unggahan misinformasi tentang bumbu penyedap rasa atau monosodium glutamate (MSG) yang dapat membunuh sel otak dan merusak sistem saraf. (Instagram)

Penjelasan:
Food Standards Australia New Zealand (FSANZ), seperti dikutip Kantor Berita Australia (AAP), menyatakan sejumlah kecil orang mungkin mengalami reaksi tipe hipersensitivitas ringan terhadap monosodium glutamate (MSG) yang dikonsumsi dalam jumlah besar dan dalam sekali makan.

Reaksi bervariasi dari orang ke orang tetapi mungkin termasuk sakit kepala, mati rasa/kesemutan, kemerahan, ketegangan otot, dan kelemahan umum. Reaksi-reaksi itu biasanya berlalu dengan cepat dan tidak menghasilkan efek jangka panjang.

Namun, MSG tidak membunuh sel-sel otak dan merusak sistem saraf.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), seperti terdapat pada situs resmi merkeka, melaporkan MSG aman dikonsumsi.

Gejala reaksi ringan seperti sakit kepala, mati rasa, jantung berdebar terjadi pada sebagian orang yang mengonsumsi lebih dari tiga gram MSG tanpa makanan.

Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia (PDGKI) Nurpudji A. Taslim, seperti dilaporkan ANTARA pada 2020, menyarankan konsumsi MSG masih aman pada 10 mg per kilogram berat badan.

Nurpudji juga menyarankan konsumsi makanan yang mengandung glutamat alami sehingga MSG tidak perlu digunakan.

Makanan yang mengandung glutamat alami yaitu keju, susu, jamur, daging sapi, dan ikan.

Dengan demikian, unggahan yang mengklaim MSG membunuh sel-sel otak dan merusak sistem saraf merupakan informasi yang tidak lengkap, atau keliru.

Klaim: MSG dapat bunuh sel-sel otak dan rusak sistem saraf
Rating: Salah atau hoaks

Cek fakta: Hoaks, daftar bumbu makanan tidak halal oleh MUI

Cek fakta: Makan petai bisa sembuhkan sakit pinggang? Cek faktanya!

Baca juga: Dokter: Perlu penelitian tentang MSG cegah terjadinya obesitas

Baca juga: Dokter: Dibatasi secukupnya MSG aman dikonsumsi bayi