Misinformasi! World Economic Forum proyeksikan menu makanan 2030, ada kecoa, lalat, dan cacing.

Jakarta (ANTARA/JACX) - Unggahan infografik tentang menu makanan pada 2030 muncul sebagai konten Instagram pada 29 Agustus 2022.

Infografik yang mencatut nama Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum) itu menampilkan diagram lingkaran yang terbagi menjadi lima bagian.

Lima bagian itu adalah minyak biji-bijian, nutrisi sintetis, puasa berkala (intermiten), protein alternatif, serta peternakan mikro.

Hal yang tampak menarik perhatian terdapat pada bagian peternakan mikro karena terdapat ilustrasi serangga.

Bagan infografik tentang peternakan mikro, menyebut sejumlah hewan yang akan menjadi menu makanan pada 2030 seperti kecoa, lalat, dan cacing.

"Dua dari tiga kebutuhan protein kita akan berasal dari peternakan mikro seperti kecoa, lalat, dan cacing," demikian keterang pada bagian infografik peternakan mikro.

Sementara, akun pengunggah Infografik itu menyertakan narasi sebagai berikut: "Para pegawai WEF ingin kamu menghancurkan dirimu sendiri.. kami ingin membantu kamu menghilangkan kedelaimu sendiri."

Hingga Selasa (13/9), unggahan itu telah disukai oleh 1.514 pengguna lain Instagram.

Apakah Forum Ekonomi Dunia pernah mengeluarkan infografik tentang menu makanan pada 2030 itu?

Unggahan hoaks infografik yang menampilkan menu makanan manusia pada 2030 dan mencatut World Economic Forum. (Instagram)
Unggahan hoaks infografik yang menampilkan menu makanan manusia pada 2030 dan mencatut World Economic Forum. (Instagram)

Penjelasan:
ANTARA tidak dapat menemukan infografik tentang menu makanan pada 2030 dari situs resmi Forum Ekonomi Dunia itu.

Terdapat artikel berjudul "Apa yang akan kita makan pada 2030?" di situs resmi itu. Artikel itu dibuat oleh Dosen Ekologi Populasi dari University of Leeds dan Perwakilan Dewan Keamanan Pangan Global dari Inggris, Tim Benton.

Dalam artikel itu, Tim Benton berpendapat permintaan tentang pangan global pada 2030 akan bergeser ke menu-menu makanan yang sehat dan tidak boros sumber daya.

"Peningkatan kemunculan gerakan lokal, makanan utuh, organik, artisanal, dan 'makanan asli' merupakan tanda-tandanya--setidaknya bagi mereka yang kaya atau yang bersungguh-sungguh," tulis Benton.

Artikel itu sejatinya memuat pendapat Benton, seperti pada penjelasan berikut:
"Jadi pola makan kita mungkin lebih banyak sayuran dan buah-buahan, biji-bijian dan makanan vegetarian atau alternatif baru (produk kedelai, atau mungkin serangga atau daging buatan), dan lebih sedikit makanan gorengan dan manis. Kita masih akan makan daging, mungkin seperti orang tua kita, atau kakek-nenek buyut kita, yang melihatnya sebagai suguhan untuk dinikmati setiap hari."

Namun, Benton tidak menyebut rinci terkait kata "serangga" dalam artikel itu.

Melansir dari Reuters, seorang juru bicara Forum Ekonomi Dunia mengonfirmasi bahwa forum itu tidak merilis infografik tentang menu makan manusia pada 2030.

Dengan demikian, unggahan yang mengklaim Forum Ekonomi Dunia telah membuat infografik "Menu Makanan pada 2030" merupakan informasi keliru.

Klaim: World Economic Forum proyeksikan menu makanan 2030, ada kecoa, lalat, dan cacing.
Rating: Misinformasi

Cek fakta: Misinformasi! MSG dapat bunuh sel-sel otak dan rusak sistem saraf

Baca juga: Pangan lokal bisa jadi bahan makanan berkelanjutan masa depan

Baca juga: "Chicken bites" hasil budidaya lab mulai dijual di Singapura

Baca juga: Kementan perkenalkan kimpul sebagai alternatif pangan pengganti beras