Miss England Bergabung dalam Garda Terdepan Melawan Covid-19 di Inggris

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Pandemi Covid-19 membuat Dr. Bhasha Mukherjee, menjadi Miss England terlama yang pernah ada dari 2019 hingga 2021. Perempuan berusia 25 tahun ini menceritakan bagaimana dia menjadi garda terdepan melawan Covid-19 setelah pulang dari tur sebagai miss England.

Sehari setelah memenangkan Miss England pada Juli 2019, ia kembali ke lingkungannya dengan perasaan yang tidak enak. Ia baru saja lulus dari Universitas Nottingham, dan memulai hari pertamanya sebagai dokter junior di Rumah Sakit Pilgrim di Boston, Lincolnshire.

“Saya begadang ketika pesta perhelatan tersebut, dan kemudian harus naik kereta jam 4 pagi dari Newcastle ke Boston, membawa semua barang bawaan saya seperti pakaian Miss England saya, pakaian kerja dan mahkota baru saya dalam kotak khususnya,” ungkapnya melansir Mirror.co.uk

Ia mengatakan mencoba untuk fokus pada induksi, tetapi teleponnya terus berdering dan dibombardir dengan email. Di penghujung hari, Bhasha mengalami lepuh besar di kaki dan meninggalkan rumah sakit hanya dengan satu sepatu. Betapa sibuknya ia sebagai Miss England sekaligus dokter.

“Itulah perjalanan saya untuk menjadi Miss England Asia Selatan pertama di negara itu. Saya selalu mandiri, bepergian ke seluruh negeri untuk kompetisi dan casting. Suatu tahun, ketika saya berprestasi dalam ujian, ayah saya menyarankan agar saya menunda pemodelan,” ujarnya

"Saat itulah saya berkata pada diri sendiri, jika saya ingin melakukan satu, saya harus melakukan yang lain dengan benar. Untuk bisa menari atau menjadi model, saya harus memastikan saya melakukan pekerjaan saya juga,” tambahnya.

Bhasha bersama orangtuanya datang ke Inggris dari Kolkata, India, ketika ia berusia sembilan tahun. Orangtuanya selalu menekankan pentingnya mendapatkan pekerjaan yang masuk akal.

“Ada harapan saya akan pergi ke kedokteran - ini adalah profesi yang dihormati di keluarga Asia - tetapi secara pribadi saya juga menginginkan karir akademis. Menjadi tenaga medis membuat waspada dan saya menikmati perasaan ketika membantu memperbaiki masalah seseorang,” ujarnya.

Membuat perbedaan

Konten ini tidak tersedia karena preferensi privasi Anda.
Perbarui pengaturan Anda di sini untuk melihatnya.

Meskipun menjadi ratu kecantikan dan tenaga medis mungkin terdengar seperti dua hal yang sangat berbeda, dalam beberapa hal ia tertarik untuk berkompetisi dalam kontes karena alasan yang sama.

“Saya menginginkan platform untuk diri saya sendiri, dan saya telah melihat banyak perempuan sukses keluar dari industri dan membuat perbedaan di bidang pekerjaan mereka,” paparnya

Pikiran untuk memasuki Miss England tidak terpikir olehnya, apalagi identitasnya menjadi etnis minoritas yang mungkin mengalami krisis tentang siapa yang wakili negara Inggris, namun sampai penyelenggar dari Asian Face Of Miss England menghubunginya.

“Saya memenangkan kompetisi itu, dan dari sana saya maju ke Miss Inggris,” ujarnya.

Kontes kecantikan telah berevolusi. Tidak ada putaran pakaian renang dan Miss England memperkenalkan elemen terobosan kali ini yang membuat semua muncul dengan pakaian yang sama, tanpa riasan sama sekali.

Tentu saja, untuk final gaun malam yang glamor, tetapi berdasarkan pesanan berdasarkan kerja keras yang dilakukan selama berbulan-bulan.

“Saya memiliki perasaan yang baik, tetapi saya tidak berharap untuk menang. Saat menang itu seperti tidak nyata. Selama dua bulan saya terus bekerja, tetapi kemudian mengambil jeda untuk fokus pada kompetisi Miss World pada bulan Desember 2019 di London, dan peluang perjalanan,” ujarnya.

Tiba-tiba, ia terbang ke seluruh dunia dari Turki ke Afrika ke India, sedikit tahu bahwa hidup akan terbalik untuk kedua kalinya dalam enam bulan.Ketika pandemi mulai meningkat pesat, ia berada di India pada awal tur Asia. Saat lockdown ia pun terdampar di sebuah hotel.

“Rekan-rekan saya mengirimi saya pesan tentang pandemi Covid-19 dan betapa sibuknya bangsal itu. Saya tidak merasa berguna dan berpikir, "Saya harus melakukan sesuatu sekarang,” ujarnya.

“Saya memiliki perasaan bahwa saya ingin menjadi bagian dari upaya untuk mengalahkan Covid. Negara sedang dalam keadaan darurat, dan itu adalah waktu yang tepat untuk menggantungkan mahkotaku untuk sementara waktu,” tambahnya.

Transisi dari ratu kecantikan ke medis lagi, dunia telah berubah hanya dalam waktu seminggu.

#eleavte women