Miss Landscape Indonesia Laporkan Guru Besar Universitas ke KPAI

Tasya Paramitha, Nuvola Gloria
·Bacaan 2 menit

VIVAEra Setyowati alias Sierra yang merupakan Miss Landscape Indonesia 2019 mendatangi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 5 April 2021. Dia didampingi oleh kuasa hukumnya, Razman Arif Nasution, SH.

Kedatangan Sierra untuk melaporkan dan meminta perlindungan terkait kelahiran anaknya hasil pernikahan siri dengan salah seorang pria berprofesi sebagai Guru Besar berinisial M dari universitas terkemuka di Bandung.

Profesor berinisial M itu juga merupakan komisaris independen salah satu BUMN.

"Profesor M dan istrinya sudah datang ke kantor saya. Saya sudah sampaikan kepada Sierra. Dia (Profesor M) meminta untuk anak tersebut dibiayai dia tanpa melibatkan Sierra. Bagaimana mungkin Sierra mau, maunya Sierra yang urus (karena masih bayi)," kata Razman.

Klik halaman selanjutnya untuk tahu lebih banyak.

"Kita bicara biaya, maka saya sampaikan Sierra sangat tersinggung, penghinaan buat dia karena harus tanggung jawab dari bayi sampai dewasa," ungkap dia melanjutkan.

Hubungan Sierra dengan profesor M berlangsung sejak 2016 silam. Kemudian, mereka menikah sirih dan Sierra melahirkan anak mereka pada bulan Agustus 2020 lalu.

"Anaknya ada sama saya kok. Ya kami menikah secara agama saja," tutur Sierra lagi.

Pihaknya juga mengklaim memiliki semua bukti yang dibutuhkan untuk membuktikan hubungan Sierra dan profesor M tersebut.

Baca artikel ini sampai selesai untuk mengetahui berita selengkapnya.

"Semuanya ada datanya. Prof M ini mengantarkan biaya dan sempat tidur menemani dia di ruang rumah sakit saat melahirkan. Ada foto dan videonya. Ada juga foto Profesor M tidur menemani bayinya,” tutur Razman.

“Jadi kalau profesor M ragu dengan bayinya, test DNA saja. Yang bersangkutan sudah ke kantor saya, tapi tidak ada niat baik untuk menyelesaikan dan sudah saya ingatkan," tambahnya.

Sierra juga mengaku tak dapat menghubungi Profesor M karena seluruh akses diblokir.

"Dia juga konsultan politik dan punya jaringan yang bagus. Saya minta Profesor M selesaikan agar anda aman dan nyaman. Sierra sampai-sampai harus menggadaikan mobil untuk biaya hidup. Sierra minta ditanggungjawabi sesuai kebutuhan anak zaman sekarang sampai kuliah. Dia tidak menuntut haknya, tapi untuk anaknya saja," tegas Razman.

Jika Profesor M tidak ada itikad baik, maka Sierra dan tim kuasa hukum akan melanjutkan ke Komnas Perempuan. Namun, jika tidak membuahkan hasil, perkara akan lanjut ke ranah hukum.