"Mission: Impossible 7" gugat asuransi terkait kerugian saat pandemi

·Bacaan 2 menit

Paramount menggugat perusahaan asuransinya pada hari Senin (30/8) waktu setempat karena menolak untuk menutupi sebagian besar kerugian terkait lockdown saat pandemi pada produksi film "Mission: Impossible 7".

Mengutip Variety, menurut gugatan itu, perusahaan asuransi studio, Chubb, mengatakan akan membayar hanya 1 juta dolar AS untuk kerugian COVID-19 di bawah kebijakan "otoritas sipil". Produksi tertunda tujuh kali antara Februari 2020 dan Juni 2021, setidaknya enam di antaranya adalah akibat dari pandemi.

Paramount memiliki kebijakan "cast insurance" untuk produksi, dengan batas cakupan 100 juta dolar. Asuransi tersebut dimaksudkan untuk menutupi kerugian yang diakibatkan ketika personel kunci sebuah film — seperti bintang Tom Cruise atau sutradara Christopher McQuarrie — tidak hadir karena sakit, kematian, atau penculikan.

Paramount berpendapat bahwa penutupan terkait pandemi seharusnya memicu ketentuan kebijakan itu, karena penutupan dimaksudkan untuk melindungi para pemain agar tidak sakit.

Baca juga: Tom Cruise kecewa produksi "Mission: Impossible 7" lalai prokes

Baca juga: Syuting di Norwegia, Tom Cruise bebas kewajiban karantina

Chubb, bagaimanapun, telah menyatakan bahwa penutupan COVID-19 hanya tercakup dalam kebijakan "otoritas sipil" studio, di mana mencakup biaya yang merupakan akibat dari penutupan yang diamanatkan pemerintah. Kebijakan itu membawa batas 1 juta dolar.

Produksi awalnya akan dimulai di Venesia, Italia, pada 24 Februari 2020. Pada saat itu, studio mengutip larangan pemerintah setempat terhadap pertemuan publik dan mengatakan menunda syuting karena sangat berhati-hati.

Namun, menurut gugatan itu, produksi sebenarnya ditutup karena salah satu orang yang ditanggung dalam polis asuransi pemain jatuh sakit. Gugatan itu tidak menyebutkan nama orang itu — meskipun itu pasti seseorang yang tak tergantikan — dan tidak disebutkan apakah orang tersebut terkena COVID atau penyakit lain.

Seorang juru bicara Paramount menolak berkomentar, dengan alasan privasi informasi kesehatan. Menurut gugatan, Chubb membayar 5 juta dolar di bawah polis asuransi pemain sehubungan dengan penundaan itu.

Produksi kemudian ditetapkan untuk dimulai pada bulan Maret, tetapi didorong ke Juli karena pembatasan pemerintah Italia. Pada Oktober 2020, ada dua wabah terpisah di lokasi syuting — satu di Roma dan satu di Venesia — yang masing-masing menyebabkan penundaan lebih lanjut.

Pada bulan Desember 2020, Cruise dilaporkan sangat marah di lokasi syuting di Inggris ketika melihat dua anggota kru berdiri berdekatan di dekat monitor komputer. Dia mengancam akan memecat siapa pun yang terlihat melanggar protokol COVID.

Produksi dihentikan dua kali lagi, sekali pada Februari 2021 ketika kasus melonjak di Inggris. Pada Juni 2021, wabah COVID-19 lain di lokasi syuting menyebabkan penghentian lagi.

Produksi juga mengalami penundaan ketika pemerintah Inggris memberlakukan karantina pada anggota kru yang kembali dari syuting di Abu Dhabi.

Gugatan itu tidak menyatakan berapa banyak yang dicari Paramount, selain mengatakan bahwa pembayaran 5 juta dolar mewakili "sebagian kecil" dari total kerugiannya.

"Mission: Impossible 7" akan dirilis pada 27 Mei 2022.

Baca juga: Tom Cruise pamerkan aksi paling berani untuk "Mission: Impossible 7"

Baca juga: Tom Cruise diduga positif COVID, syuting "Mission: Impossible" ditunda

Baca juga: Produksi "Mission: Impossible 7" kembali dihentikan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel