Misteri 26 April dan 26 Kasus Positif Covid-19 di Maluku Utara, Tanda Alam?

Liputan6.com, Maluku Utara - Minggu sore, 26 April 2020, langit di atas Pulau Ternate, Maluku Utara tertutup awan. Kabut hitam tebal menutupi puncak Gunung Gamalama.

Pengamatan Liputan6.com, kondisi cuaca tersebut mulai terjadi sejak hari kedua puasa Ramadan 1441 Hijriah. Pertanda alam ini menunjukkan Kota Ternate akan turun hujan deras seiring dengan lonjakan kasus Covid-19 di Maluku Utara menjadi 26 orang per 26 April 2020.

“Ini kejadian yang langka. Bertepatan dengan tanggal 26 di bulan April 2020 ini,” ucap Yunita Kaunar, salah satu warga Sanana di Ternate, menjelang buka puasa.

Kasus terkonfirmasi positif virus Corona baru Covid-19 di Provinsi Maluku Utara itu melonjak tajam berdasarkan update data Gugus Tugas Covid-19 pada Minggu sore, pukul 17.00 WIT.

Data yang dirilis tersebut menyebutkan, tambahan kali ini meningkat pesat dari Tidore Kepulauan sebanyak 12 orang dari jumlah kasus sebelumnya tiga orang, Ternate 10 orang dari jumlah sebelumnya tujuh orang, Halmahera Utara dua orang, Halmahera Selatan satu orang, dan satu kasus terbaru dari Kabupaten Halmahera Barat.

Dari jumlah kasus positif Covid-19 ini, sebanyak tiga orang dinyatakan sembuh. Dua dari Ternate dan satu orang dari Kota Tidore Kepulauan.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku Utara, dr Alvia Assagaf menyatakan, lonjakan kasus ini menjadikan Tidore sebagai wilayah tertinggi kasus positif Covid-19 di Maluku Utara. Angka ini kemudian menjadikan Ternate di posisi kedua.

Alvia mengemukakan, lonjakan kasus positif Covid-19 itu berdasarkan hasil uji spesimen yang dikirim ke laboratorium di Makassar, Sulawesi Selatan, beberapa hari lalu.

“Dari jumlah yang dikirim ke lab Makassar itu kami baru menerima 24 hasil uji. Dua puluh empat hasil uji spesimen yang dikirim itu 22 spesimen baru dan 2 spesimen hasil pengobatan. Hasilnya didapatkan 12 diantaranya positif dan 10 negatif. (Bertambahnya) jumlah tersebut jika gebungkan dengan kasus sebelumnya (14 orang) maka menjadi 26 kasus,” Alvia menjelaskan.

Lonjakan ini selanjutnya disebut kasus 015 sampai 026 pasien positif Covid-19," kata Alvia lagi.

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

Bayang-Bayang Transmisi Lokal di 5 Daerah

Update data Covid-19 di Maluku Utara per 26 April 2020. (Liputan6.com/Hairil Hiar)

Di Provinsi Maluku Utara yang memiliki sepuluh kabupaten kota itu, sudah ada lima kabupaten kota yang masuk zona merah, terkonfirmasi positif Covid-19.

Bertambahnya wilayah zona merah dengan jumlah kasus yang terus meningkat ini dikhawatirkan akan terjadi transmisi lokal.

“Kasus positif bukan lagi didatangkan dari luar tapi tertular dari dalam daerah. Ini terutama di wilayah kota kecil di Pulau Ternate yang padat penduduk,” ujar juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kota Ternate, dr Muhammad Sagaf, kepada Liputan6.com, di Posko Gustu Ternate.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Ternate itu, mengatakan dari jumlah kasus positif Covid-19 itu, 10 orang diantaranya terkonfirmasi di Kota Ternate.

“Jumlah kasus yang terkonfirmasi ini dua diantaranya sudah sembuh. Sekarang tinggal delapan kasus yang sebagiannya masih dilakukan pendalaman atau tracing kontak. Karena beberapa diantaranya terkonfirmasi positif Covid-19 itu, sebelumnya sudah berbaur dengan lingkungan mereka sebelum timbul gejala dan akhirnya dinyatakan positif,” lanjut Sagaf.

Sagaf berharap, warga selalu melaksanakan imbauan dan instruksi pemerintah terkait protokol pencegahan wabah virus Corona Covid-19.

“Tetap melaksanakan social distancing, physical distancing, jaga kesehatan, pakai masker dan berdiam di rumah kalau tidak ada kegiatan mendesak. Juga yang paling penting diharapkan kepada warga masyarakat untuk tidak panik, tidak takut dan selalu waspada,” ucapnya.

Simak Video Pilihan Berikut Ini: