Misteri Danau Kerangka di India

Krisna Wicaksono, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 2 menit

VIVADanau Roopkund telah membingungkan para ilmuwan selama hampir 80 tahun. Alasannya, danau ini bisa mengembang serta menyusut sesuai dengan musim. Ketika menyusut, terungkap sisa-sisa kerangka dari 800 orang yang tampaknya telah dimakamkan di wilayah tersebut.

Bagaimana mayat ada di danau tidak diketahui. Puluhan kelompok peneliti telah mencoba untuk menelitinya, mencari alasan dibalik sisa-sisa kerangka itu. Satu teori telah menyatakan bahwa itu adalah peradaban lokal yang terhapus karena bencana.

Teori lain menyatakan itu adalah tentara yang meninggal dalam pertempuran di pantai dangkal Roopkund Lake. Ada juga yang membuat kesimpulan bahwa itu adalah kuburan di desa setempat yang dilanda wabah.

Studi terbaru menemukan bahwa teori-teori itu belum tentu benar. Para peneliti dari 16 institusi berbeda menganalisis beberapa sisa-sisa kerangka dan menemukan keragaman genetik pada mayat.

Mereka menemukan semua individu berasal dari latar belakang yang berbeda. Misalnya, beberapa individu ditemukan mirip dengan orang yang tinggal di Asia Tenggara, sementara yang lain lebih mirip dengan Eropa zaman modern.

Dikutip dari situs Express, Rabu 3 Maret 2021, peneliti tidak menemukan adanya senjata, mengesampingkan kemungkinan mereka mati dalam pertempuran. Baik pria maupun wanita ada di sana dan beberapa orang meninggal dalam selang waktu lebih dari 1.000 tahun.

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature Communications, 23 individu memiliki keturunan yang termasuk dalam kisaran variasi orang Asia Selatan saat ini. 14 lainnya memiliki keturunan khas Mediterania bagian timur.

"Kami juga mengidentifikasi satu individu dengan keturunan terkait Asia Tenggara. Penanggalan radiokarbon menunjukkan bahwa sisa-sisa kerangka tidak diendapkan secara bersamaan," jelas peneliti dalam studi.

Sebaliknya, semua individu dengan keturunan terkait Asia Selatan berasal dari tahun 800 M, sementara individu lainnya berasal dari tahun 1800 M. Eadaoin Harney, penulis utama studi tersebut mengatakan ada kemungkinan benar mengenai teori yang melibatkan peristiwa bencana menyebabkan kematian massal.

"Masih belum jelas apa yang terjadi di Danau Roopkund, tetapi sekarang kami dapat memastikan bahwa kematian orang-orang ini tidak dapat dijelaskan oleh satu peristiwa pun. Kami masih mencari jawaban," ujarnya.