Misteri Desa Terkubur Pasir

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Banyak tempat yang sunyi menyimpan misteri, namun justru mengundang pelancong berdatangan. Di negeri padang pasir Uni Emirat Arab ada suatu desa yang mempunyai kriteria seperti itu.

Al Madam, sebuah desa tua yang telantar ditinggal para penghuni semenjak satu dekade lalu. Desa kecil ini hanya berjarak 60 kilometer dari Kota Dubai. Penduduk Dubai menyebutnya Desa Hantu.

Pemandangan dari udara menunjukkan desa Al-Madam yang ditinggalkan, berbatasan dengan Emirat Teluk Sharjah, setengah terkubur di pasir gurun, Kamis (22/4/2021). Tanpa alasan yang jelas, desa tersebut ditinggalkan penduduknya begitu saja yang membuatnya kini bak kota hantu. (GIUSEPPE CACACE/AFP)
Pemandangan dari udara menunjukkan desa Al-Madam yang ditinggalkan, berbatasan dengan Emirat Teluk Sharjah, setengah terkubur di pasir gurun, Kamis (22/4/2021). Tanpa alasan yang jelas, desa tersebut ditinggalkan penduduknya begitu saja yang membuatnya kini bak kota hantu. (GIUSEPPE CACACE/AFP)

Desa itu berbatasan dengan Emirat Teluk Sharjah, setengah terkubur di pasir gurun. Tanpa alasan yang jelas, desa tersebut ditinggalkan para penghuninya begitu saja, sehingga kini bak kota hantu.

Bagian dalam rumah setengah terkubur di gurun pasir, di desa terlantar Al-Madam, berbatasan dengan Emirat Teluk Sharjah, Kamis (22/4/2021). Rumah-rumah yang diperkirakan dibangun pada tahun 1970 atau 1980an itu, pernah dihuni oleh Suku Kutbi. (GIUSEPPE CACACE/AFP)
Bagian dalam rumah setengah terkubur di gurun pasir, di desa terlantar Al-Madam, berbatasan dengan Emirat Teluk Sharjah, Kamis (22/4/2021). Rumah-rumah yang diperkirakan dibangun pada tahun 1970 atau 1980an itu, pernah dihuni oleh Suku Kutbi. (GIUSEPPE CACACE/AFP)

Badai pasir ternyata sangat sering terjadi di area tersebut. Menghantam permukiman itu hingga memenuhi rumah dengan timbunan pasir sampai ke langit-langit.

Foto udara menunjukkan masjid di desa terlantar Al-Madam, setengah terkubur di gurun pasir, berbatasan dengan Emirat Teluk Sharjah, Kamis (22/4/2021). Meski terbengkalai dan jauh dari kata mewah, Al Madam justru semakin populer di kalangan fotografer dan selebriti Instragram. (GIUSEPPE CACACE/AFP)
Foto udara menunjukkan masjid di desa terlantar Al-Madam, setengah terkubur di gurun pasir, berbatasan dengan Emirat Teluk Sharjah, Kamis (22/4/2021). Meski terbengkalai dan jauh dari kata mewah, Al Madam justru semakin populer di kalangan fotografer dan selebriti Instragram. (GIUSEPPE CACACE/AFP)

Sebuah masjid setengah terkubur di gurun pasir. Kendati terbengkalai dan jauh dari kata mewah, Al Madam justru kian populer di kalangan fotografer dan selebritas Instagram atau selebgram.

Bagian dalam rumah setengah terkubur di gurun pasir, di desa terlantar Al-Madam, berbatasan dengan Emirat Teluk Sharjah, Kamis (22/4/2021). Secara ilmiah penyebab desa itu ditinggalkan adalah karena lokasinya yang berada di gurun pasir dan kerap dilanda badai pasir. (GIUSEPPE CACACE/AFP)
Bagian dalam rumah setengah terkubur di gurun pasir, di desa terlantar Al-Madam, berbatasan dengan Emirat Teluk Sharjah, Kamis (22/4/2021). Secara ilmiah penyebab desa itu ditinggalkan adalah karena lokasinya yang berada di gurun pasir dan kerap dilanda badai pasir. (GIUSEPPE CACACE/AFP)

Kini, bagian dalam rumah-rumah setengah terkubur di gurun pasir. Rumah-rumah yang diperkirakan dibangun pada 1970 atau 1980-an itu pernah dihuni Suku Kutbi.

Pemandangan dari udara menunjukkan desa Al-Madam yang terbengkalai, setengah terkubur di gurun pasir, berbatasan dengan Emirat Teluk Sharjah, Kamis (22/4/2021). Kini, desa tersebut hanya menunggu waktu untuk ditenggelamkan oleh pasir. (GIUSEPPE CACACE/AFP)
Pemandangan dari udara menunjukkan desa Al-Madam yang terbengkalai, setengah terkubur di gurun pasir, berbatasan dengan Emirat Teluk Sharjah, Kamis (22/4/2021). Kini, desa tersebut hanya menunggu waktu untuk ditenggelamkan oleh pasir. (GIUSEPPE CACACE/AFP)

Ditinggal para penghuninya, Al Madam dibumbui banyak kisah mistis. Untuk memastikan kebenarannya, satu lembaga meneliti sejarah "Desa Hantu". Hasilnya, desa itu pernah dilanda badai pasir dahsyat, sehingga ditinggal pergi selamanya oleh penduduknya.