Misteri Email 'Bunda' Untuk Luthfi Hasan Ishaq  

TEMPO.CO , Jakarta--Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang menelusuri bukti baru berupa komunikasi antara mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaq dengan seseorang yang disebut dengan kode `Bunda`.

Keberadaan tokoh bernama `Bunda` ini tercium ketika penyidik KPK memeriksa ruang  kerja tersangka kasus suap daging sapi Luthfi Hasan Ishaaq di kantor Fraksi Partai Keadilan Sejahtera di DPR, awal Februari 2013. Saat penggeledahan, staf ahli Luthfi, Rantara, ada di sana mendampingi penyidik.

Rantara berkisah, di tengah pemeriksaan, satu penyidik yang mengeledah ruang kerja Luthfi memeriksa laptop miliknya. "Email saya (dari laptop) juga diperiksa KPK," ujarnya pada Tempo, Kamis, 11 April 2013.

Penyidik memeriksa satu-persatu pesan di kotak masuk email Luthfi. Semua dilakukan di depan Rantara. "Ternyata ada nama Bunda," katanya. Jumlah email dari Bunda itu tidak sedikit.

Pihak penyidik pun bertanya pada Rantara apa maksud nama 'Bunda'. Rantara hanya menggeleng. Selain email dari Bunda, juga ada kode-kode tertentu di email tersebut. Rantara pun mengaku tak mengetahui arti dari kode tersebut.

Untuk memeriksa email dari Bunda dan kode-kode di laptop Rantara, penyidik pun memutuskan menyita laptop staf Luthfi tersebut. "Padahal itu isinya skripsi saya juga," katanya.

Kasus suap daging sapi sendiri bermula saat KPK menangkap Ahmad Fathanah, orang dekat Luthfi, di Hotel Le Meredien, pada 29 Januari 2013 lalu. Ahmad diduga menerima duit Rp 1 miliar dari Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi, petinggi PT Indoguna. Belakangan diketahui duit itu ditujukan untuk Luthfi agar PT Indoguna memperoleh kuota impor daging di Kementerian Pertanian. Sima heboh suap kuota daging impor di sini.

FEBRIANA FIRDAUS

Topik Terhangat:

Serangan Penjara Sleman || Harta Djoko Susilo || Nasib Anas

Baca juga:

Pejabat DKI Mundur, Meninggalkan Jokowi

Cara Pargono Memeras Asep Hendro

DPRD Jakarta Tuding Jokowi Sebabkan Pejabat Mundur

Pilihan 2014 Cuma Mega, Prabowo, dan Ical

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.