Misteri Goa Lokale

Liputan6.com, Wamena: Wisatawan dari berbagai negara berkumpul di Wamena, Jayawijaya, Papua pertengahan Agustus lalu untuk menyaksikan Festival Budaya Tertua di Nusantara, Festival Baliem. Selain kekayaan tradisi dan budaya, wisata alam juga memikat para pelancong. Salah satunya, Goa Lokale yang misterius karena hingga kini belum ditemukan ujungnya.

 

Jayawijaya memukau pelancong yang datang menyaksikan Festival Lembah Baliem. Beragam tarian adat Suku Dani menampilkan kekayaan tradisi penduduk lokal. Atraksi unik juga tersaji lewat perang-perangan menggunakan senjata tradisional. Belum lagi karapan babi yang begitu khas. Keunikan tradisi dan budaya yang ditampilkan tersebut membuat para wisatawan terpesona.

 

Keunikan tradisi Papua berpadu harmonis dengan keindahan alamnya. Salah satunya Goa Lokale yang berjarak 27 kilometer dari Wamena dan telah dibuka sebagai tempat wisata sejak tahun 1992.

Pada jalan setapak yang mengarah ke Goa Lokale, mengantar pengunjung menuju ke mulut goa. Untuk masuk ke dalam goa, diperlukan senter guna menyusuri goa yang berbatu dan jalan berkelok. Di dalam goa, wisatawan dapat menikmati keindahan stalaktit dan stalagmit yang bercahaya diterpa sinar.

Pada sisi dinding goa tersebut dapat mengeluarkan bunyi bernada bila dipukul. Irama sederhana akan terdengar bila diketuk secara beraturan.

Di tahun 1996, seorang ahli asal Amerika telah meneliti Goa Lokale, tetapi belum bisa menentukan berapa panjang goa ini. Pasalnya, ujung goa belum ditemukan juga. Aula pertama Goa Lokale berada sekitar 850 meter dari pintu goa. Sementara aula kedua berupa ruangan seluas sekitar 2 hektar dan berjarak dua kilometer dari aula pertama.

Baik peneliti maupun warga lokal, hingga kini belum bisa menemukan ujung goa tersebut. Bisa jadi goa itu adalah salah satu goa terpanjang di dunia. (FRD)