Misteri Kapal Karam Romawi di Antikythera

Oleh Stephanie Pappas, Penulis Senior LiveScience | LiveScience.com

Seattle – Menyelam di laut tempat tenggelamnya kapal Romawi yang terkenal membuktikan bahwa kecelakaan kapal itu sangat besar. Bahkan, bukan hanya satu kapal yang tenggelam di Pulau Antikythera di Yunani, melainkan dua.

“Itu adalah temuan yang menarik,” tutur Brendan Foley, arkeolog di Woods Hold Oceanographic Institution yang memaparkan temuan tersebut pada 4 Januari di acara pertemuan tahunan Archaeological Institute of America.

Foto: LiveScience/Hellenic Ephorate of Underwater Antiquities and WHOI Tragedi kapal karam Antikythera terkenal karena banyaknya artefak menarik ditemukan di tempat itu selama seabad terakhir. Pertama kali ditemukan pada 1900-an oleh para penyelam setempat, situs itu terkenal karena mekanisme Antikythera, sebuah perangkat perunggu yang kompleks digunakan untuk menghitung posisi astronomi (dan mungkin waktu penyelenggaraan Olimpiade).

Beberapa arca perunggu dan marmer, guci dan patung lainnya juga telah diangkat dari kapal tersebut. Kapal tersebut karam pada abad pertama SM.

Kapal tenggelam di tempat terpencil
Kecelakaan itu terjadi di tebing curam di kedalaman yang terlalu dalam untuk didatangi dengan peralatan selam standar. Lanskap bawah laut juga membuat kapal selam yang dioperasikan jarak jauh sulit dilakukan, tutur Foley. Pada tahun 1976, Jacques Costeau memimpin ekspedisi selam ke tempat tersebut. Sejak saat itu, situs tersebut tidak dieksplorasi, karena lokasinya terpencil di selat antara Kreta dan Peloponnese.

"Tempat ini benar-benar terjaga," tutur Foley.

Dipimpin oleh Aggeliki Simossi, direktur dari Greek Ephorate of Underwater Antiquities, Foley dan rekan dari Yunani dan Woods Hole menyaksikan rekaman dan meneliti catatan harian kapal dari penyelaman 1976. Dengan begitu banyak artefak yang sudah diambil dari tempat tersebut, mereka tahu akan ada sedikit bukti dari kapal yang karam itu. Mereka harus mencocokkan geologi bawah air untuk mencari bangkai kapal.

Pada Oktober, penyelaman dengan peralatan selam teknis dan kendaraan selam propulsi menemukan bukti-bukti penting yang ditandai dengan amphora, sejenis guci, yang berserakan.

Artefak utuh dari kecelakaan itu tersebar di wilayah yang sangat luas, sekitar 60 meter di kedalaman mulai dari 35-60 m, tutur Foley. Itu cukup besar untuk sebuah kapal kuno yang karam, tutur Foley, menunjukkan kapal itu sangat besar atau mungkin ada lebih dari satu kapal yang karam.

Temuan itu masih sangat awal, namun tim mungkin telah menyelam 300 m dari tempat yang pernah dieksplorasi oleh Cousteau. Jika itu yang terjadi, katanya, mereka mungkin telah menemukan bangkai kapal yang terpisah — yang mungkin bagian dari armada yang sama seperti kapal asli, yang tenggelam karena badai serupa.

Rahasia lain
Salah satu alasan yang membuat para peneliti tidak yakin adalah fakta bahwa mereka menggunakan video ekspedisi Antikythera milik Costeau untuk menaksir di mana perahu mereka harus ditambatkan. Karena beberapa gambar dalam video itu diatur, para peneliti tidak yakin apakah mereka telah menyelam ratusan meter jaraknya dari situs yang dieksplorasi pada 1976.

Foto: LiveScience/Hellenic Ephorate of Underwater Antiquities and WHOI Tempat tenggelamnya kapal tersebut memiliki artefak yang lebih banyak, menurut temuan para peneliti. Mereka menarik satu guci ke permukaan, dan akan dilakukan tes DNA untuk menentukan isinya. Mereka juga menemukan dua komponen jangkar utama, yang terletak di atas artefak lainnya, yang menunjukkan komponen itu berada di dek saat kapal tenggelam.

"Apa lagi yang mungkin ada di bawah sana?" tutur Foley. "Apakah ada lebih banyak bagian dari mekanisme Antikythera yang diketahui? Apakah ada mekanisme lain di bawah sana?"

Para peneliti berencana kembali ke tempat tersebut tahun depan dan akan menggunakan pendeteksi logam untuk memeriksa tempat yang hampir 1.000 meter dalamnya yang mungkin pernah dijelajahi tim Costeau, katanya. Tidak ada artefak lain terlihat di dasar laut selain tempat yang dieksplorasi Foley dan rekan-rekannya, tapi pendeteksi logam harus mengecek pada setiap sisa-sisa di bawah pasir di lokasi lain jika benar ada dua kapal yang tenggelam.

Selain itu, peralatan selam teknis juga memungkinkan arkeolog untuk menyelam lebih dalam dan lebih luas di masa mendatang, tambah Foley. Mimpi mereka, katanya kepada LiveScience, adalah untuk menemukan "Antikythera yang tak tersentuh," atau menemukan fakta dari kecelakaan signifikan yang belum terpecahkan selama beberapa dekade.

"Karena tempat tersebut sangat terkenal selama selama lebih dari satu abad, akan sangat sulit untuk membedakan mana yang mitos dan mana yang fakta," tutur Foley.

Memuat...