Misteri Kasus Pemerkosaan dan Pembunuhan yang Bikin Polisi Brasil Bimbang

Merdeka.com - Merdeka.com - Polisi federal Brasil kemarin mengatakan mereka masih menyelidiki dugaan pemerkosaan dan kematian seorang gadis Yanomami berusia 12 tahun oleh para penambang emas ilegal, tapi meragukan kebenaran tuduhan itu.

Petugas polisi yang memimpin penyelidikan itu, Daniel Ramos, mengatakan kepada wartawan, wawancara dengan anggota masyarakat desa Aracaa di negara bagian utara Roraima mendapatkan informasi yang kontradiktif, menimbulkan keraguan tentang kasus tersebut.

"Sifat pengaduan tidak sesuai dengan fakta konkret dan nyata," kata Ramos pada konferensi pers di ibu kota negara bagian Boa Vista, seperti dilansir Antara mengutip Reuters, Sabtu (7/6).

Laporan pemerkosaan dan kematian yang dibuat minggu lalu oleh dewan kesehatan Yanomami Condisi, yang mengatakan penambang telah menculik gadis itu, diikuti oleh laporan desa itu dibakar habis dan penduduknya telah lenyap.

Ramos mengatakan warga Yanomami telah pindah ke desa lain. Perwakilan penduduk asli mengatakan penduduk desa itu melarikan diri ke hutan untuk menjauh dari penambang emas setelah gadis itu meninggal.

Orang-orang Yanomami tinggal di sebelah perbatasan dengan Venezuela di cagar alam terbesar Brazil yang telah diserang oleh ribuan penambang yang mencari emas secara ilegal, menyebabkan pencemaran sungai, insiden penembakan, dan pelanggaran lainnya.

Usaha besar-besaran penambangan telah membawa penyakit, kekerasan dan pelanggaran berat hak asasi manusia pada orang-orang Yanomami, menurut sebuah studi baru-baru ini yang menyalahkan harga emas yang tinggi dan dukungan diam-diam dari pemerintah.

Perburuan emas di tanah Yanomami yang dilindungi kian meningkat di bawah Presiden Jair Bolsonaro yang mendukung undang-undang untuk mengizinkan pertanian komersial, penambangan, dan eksplorasi minyak di cagar alam penduduk asli.

Polisi Federal mengatakan dalam sebuah pernyataan, ketika sedang menyelidiki kematian remaja Yanomami, pihaknya menghancurkan infrastruktur pendukung penambang emas di dekatnya, termasuk pembakaran 17.000 liter bahan bakar.

Tidak ada penangkapan yang dilakukan.

Di Brasilia, aktivis hak asasi manusia berkumpul di luar badan urusan adat pemerintah Funai untuk memprotes kurangnya perlindungan negara bagi orang-orang Yanomami.

Organisasi pelindung adat utama Brazil, APIB, dua hari lalu mengajukan gugatan di hadapan Mahkamah Agung yang meminta tindakan pemerintah untuk melindungi Yanomami dari para penambang emas.

Jaksa yang menangani kasus itu tidak menjawab permintaan untuk berkomentar. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel