Misteri Kesenian Tradisional Nini Thowong

·Bacaan 1 menit

VIVA – Tenang dan jauh dari hiruk pikuk kota dengan kearifan lokalnya, seperti itulah suasana saat kita mengunjungi wilayah pedesaan, khususnya di pulau Jawa. Hal inilah juga yang akan kamu temukan jika mengunjungi dusun Grudo di kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Sekilas desa ini tampak seperti desa lain di pulau Jawa, bedanya kamu akan merasakan sensasi lain di dusun ini pada malam hari. Karena dari dusun selatan Yogyakarta inilah ada sebuah permainan kesenian tradisional berbalut aura mistis berasal, permainan tersebut bernama Nini Thowong.

1. Sejarah Permainan Nini Thowong

Sekitar tahun 1938, konon seorang pawang Nini Thowong pertama di Dusun Grudo bernama Udi Saputro menciptakan permainan Nini Thowong. Awalnya permainan ini diciptakan sebagai media hiburan masyarakat setempat setelah melaksanakan panen raya.

Di kemudian hari Nini Thowong juga ternyata digunakan oleh masyarakat Dusun Grudo untuk medium pengobatan, ketika itu jika ada warga yang sakit maka pawang setempat akan memainkan Nini Thowong untuk kemudian menanyakan apa obatnya.

Nini Thowong akan dibawa ke hutan sekitar untuk menunjukan tanaman apa yang bisa digunakan sebagai obat, setelah bahan tanaman obat itu di dapat, Nini Thowong akan ditanyakan lagi bagimana cara membuatnya. Nini Thowong sendiri berasal dari kata "Nini" yang berarti "Wanita" dan "Thowong" yang berarti menyerupai manusia.

Awalnya tubuh Nini Thowong terbuat dari bambu dan jerami, sedangkan bagian kepalanya terbuat dari tempurung kelapa berhias dedaunan dan beberapa jenis bunga. Nini Thowong diberikan pakaian yang lengkap sedemikian rupa hingga menyerupai sosok seorang wanita, yang menarik adalah konon dedaunan dan bunga yang akan dipakai sebagai hiasan kepala tidak boleh sembarangan, hanya boleh berasal dari pemakaman setempat yang dikeramatkan.

SUMBER ASLI

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel