Misteri Pasukan Elite Iran di Balik Ledakan Reaktor Nuklir Israel

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kelompok milisi pro-Iran yang berbasis di Suriah, jadi kambing hitam usai dua ledakan dahsyat yang terjadi di Israel, Kamis 22 April 2021. Namun begitu, dalang di balik peristiwa yang mengguncang Negeri Zionis itu masih menjadi misteri.

VIVA Militer melaporkan dalam berita Kamis 22 April 2021, ledakan pertama terjadi di kota Ramle, 20 kilometer sebelah tenggara Tel Aviv. Ledakan dahsyat menghancurkan pabril rudal dan senjata canggih milik Pasukan Pertahanan Israel (IDF).

Hanya berselang beberapa saat, sirine tanda bahaya yang dipasang Israel di seluruh penjuru wilayahnya berbunyi keras. Hal ini disebabkan karena adanya ledakan di Gurun Negev, tempat reaktor nuklir Israel berada.

Sejumlah pihak meyakini bahwa Iran ada di balik dua insiden yang terjadi di Israel itu. Sebab, Iran pernah menyatakan akan mengambil tindakan pembalasan pasca ledakan yang terjadi di fasilitas nuklir Natanz, Isfahan, Iran, 2 Juli 2020 lalu.

Menurut laporan yang dikutip VIVA Militer dari The Times of Israel, peristiwa ledakan di fasilitas nukir Natanz diyakini Iran adalah bentuk sabotase Israel. Oleh sebab itu, Panglima Angkatan Bersenjata Iran, Mayor Jenderal Mohammad Bagheri, menegaskan akan membalas tindakan busuk Israel itu.

Saat Israel tengah melakukan penyelidikan terkait dua ledakan yang mengguncang negaranya, Iran semakin menunjukkan sikap anti terhadap negara Yahudi itu,

Adalah orang nomor dua di satuan elite Pasukan Quds Garda Revolusi Republik Islam Iran (IRGC), Brigadir Jenderal Mohammad Reza Fallahzadeh, yang memastikan bahwa Israel sudah dalam posisi terkepung. Fallahzadeh yang baru saja diangkat menjadi Wakil Panglima IRGC bahkan menyebut bahwa Israel sudah berada di ambang kehancuran.

"Rezim Zionis penjajah harus tahu bahwa kelompok perlawanan ditempatkam di seluruh planet, di samping pangkalan (militer) mereka. Dan, membuat mereka semakin dekat menuju keruntuhan setiap saat," ujar Fallahzadeh.

Pasca peristiwa dua ledakan, Israel menuduh kelompok milisi pro-Iran di Suriah dan diyakini berafiliasi sangat kuat dengan IRGC.

Perlu diketahui juga, Fallahzadeh akan mendampingi Mayor Jenderal Hossein Salami di satuan elite Pasukan Quds Garda Revolusi Republik Islam Iran.

Fallahzadeh yang merupakan orang dekat mendiang mantan Panglima IRGC, Mayor Jenderal Qassem Soleimani, ditunjuk menggantikan posisi yang sebelumnya dipegang oleh Brigadir Jenderal Mohammad Hejazi yang meninggal dunia.