Misteri Penurunan Kasus COVID-19 di India

Dedy Priatmojo
·Bacaan 4 menit

VIVAIndia mengalami penurunan kasus COVID-19 secara drastis dalam beberapa waktu terakhir. Padahal September 2020 lalu, India melaporkan jumlah infeksi terbesar di dunia dengan hampir 100.000 kasus virus Corona baru setiap hari.

Banyak kasus harian ini membuat India menyalip Amerika Serikat sebagai negara dengan beban kasus COVID-19 tertinggi yang dilaporkan di dunia. Rumah sakit penuh. Ekonomi India menukik ke dalam resesi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Namun, empat bulan kemudian, jumlah laporan harian kasus Corona di India kurvanya menurun drastis. Akhir bulan lalu, pada 26 Januari, Kementerian Kesehatan India mengkonfirmasi rekor terendah sekitar 9.100 kasus harian baru di negara berpenduduk hampir 1,4 miliar orang itu.

Itu adalah jumlah harian kasus Corona terendah India dalam delapan bulan.

Sebelumnya, hampir 100.000 kasus Corona baru dilaporkan setiap hari di India, tetapi hari-hari ini telah mengalami penurunan kasus sejak puncaknya pada September 2020, dengan rata-rata laporan kasus harian sekitar 11.000 kasus sehari.

Angka resmi pada November juga menunjukkan 90 persen tempat tidur ruang perawatan ICU di New Delhi dengan ventilator penuh terisi pasien. Awal Februari ini dilaporkan hanya 16 persen ruang ICU yang penuh.

Para ilmuwan dibuat bingung dengan penurunan tingkat infeksi virus Corona secara drastis di India - terutama karena negara itu pernah berada pada satu titik di jalur korban terbesar di seluruh dunia.

Vaksin sejauh ini dikesampingkan sebagai faktor terjadinya penurunan kasus di India. Sebab, jumlah virus Corona India telah menurun secara drastis dan tiba-tiba bulan September dan Oktober, beberapa bulan sebelum vaksinasi dimulai.

Adapun soal imbauan pemerintah India yang mewajibkan penggunaan masker di tempat umum bisa saja jadi salah satu indikator, apalagi di beberapa kota diberlakukan sanksi denda yang cukup besar bagi siapa yang melanggar.

Tapi para ahli tidak begitu yakin penggunaan masker yang masif itu sebagai faktor menurunnya kasus Corona di India. Karena jumlah kasus yang menurun tampaknya seragam di seluruh India, sedangkan kedisiplinan warganya dalam pemakaian masker berfluktuasi di berbagai daerah.

Sementara itu, Vineeta Bal, yang mempelajari sistem kekebalan di Institut Imunologi Nasional India, mengatakan di beberapa daerah di India mungkin telah mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok, meskipun populasi secara keseluruhan tetap rentan penularan, terutama dalam menghadapi varian baru COVID-19.

Pemeriksaan antibodi nasional oleh Badan Kesehatan Nasional menemukan bahwa satu dari lima orang India telah tertular virus sebelum vaksinasi dimulai - tingkat yang jauh di bawah perkiraan 70 persen yang diperlukan untuk kekebalan kawanan.

Meskipun demikian, survei juga menunjukkan bahwa lebih banyak orang telah terinfeksi di kota daripada di desa, dan virus bergerak lebih lambat di daerah pedesaan.

"Daerah pedesaan memiliki kepadatan orang yang lebih rendah, orang bekerja di ruang terbuka lebih banyak dan rumah lebih berventilasi," kata Dr K Srinath Reddy, presiden Yayasan Kesehatan Masyarakat India dilansir SkyNews, Jumat, 19 Februari 2021.

Oleh karena itu, tambahnya, jika beberapa kota hampir mencapai herd immunity, dan melakukan tindakan pencegahan dengan memakai masker dan jarak sosial, maka penularan yang lebih lambat di daerah pedesaan di India dapat memberikan penjelasan untuk penurunan kasus yang tiba-tiba.

Masih Misteri

Kasus menurunnya kasus harian di India secara tiba-tiba dalam rentang empat bulan ini membuat para ahli bertanya-tanya. Ilmuwan mengatakan itu misteri. Mereka sedang menyelidiki mengapa jumlah virus Corona India telah menurun secara drastis dan tiba-tiba kurvanya anjlok setelah tertinggi di dunia pada September 2020.

"Ini bukan karena India melakukan pengujian lebih sedikit atau hal-hal menjadi kurang dilaporkan," kata Jishnu Das, seorang ekonom kesehatan di Universitas Georgetown. "Sudah naik, naik dan sekarang tiba-tiba menghilang! Maksud saya, penggunaan ICU rumah sakit telah turun. Setiap indikator menunjukkan angkanya turun," lanjutnya.

Para ilmuwan mencoba mencari tahu apa yang mungkin dilakukan orang India dan bagaimana hal itu bisa dilakukan negara lain yang masih tinggi kasus COVID-19.

"Ini pertanyaan semua orang. Jelas, langkah klasik kesehatan masyarakat berhasil: Pengujian telah meningkat, orang pergi ke rumah sakit lebih awal dan kematian menurun," kata Genevie Fernandes, seorang peneliti kesehatan masyarakat dengan Program Tata Kelola Kesehatan Global di Universitas Edinburgh.

"Tapi itu masih misteri. Sangat mudah untuk berpuas diri, terutama karena banyak bagian dunia sedang melalui gelombang kedua dan ketiga. Kita perlu waspada," lanjutnya dilansir NPR

Seperti diketahui, India telah mencatat lebih dari 10,9 juta kasus dan 155.813 kematian sejak pandemi dimulai, menurut Universitas Johns Hopkins, tetapi India memiliki populasi terbesar kedua di dunia dengan lebih dari 1,3 miliar penduduk.