Misteri Pria Bertopeng di Video Porno Vina Garut

Lazuardhi Utama, Diki Hidayat (Garut)

VIVA – Kepala Kepolisian Resor Garut Ajun Komisaris Besar Dede Yudi Ferdiansah mengaku terus mendalami pemeriksaan tersangka baru, yakni AD (29) dan pria bertopeng, pada kasus video porno Vina Garut.

AD sudah ditangkap Reserse Mobil Satreskrim Polres Garut pada Senin, 23 September 2019. Tapi pria bertopeng saat ini masih diburu.

Menurut Dede, AD mengaku jadi salah satu pemeran dalam video porno gangbang yang berdurasi 1 menit 7 detik yang menyebar melalui akun Twitter @kabarsange1 yang diberi judul "Full Video Vina Garut Part 1", Rabu 14 Agustus 2019.

Sejauh ini AD mengaku hanya mengenal sosok, yang disebut Mr bertopeng ini, nama dan serta asalnya saja. Namun tidak begitu akrab. "Jadi bukan teman dekat. AD ini hanya mengenal nama dan domisilinya saja," ujarnya, seperti dikutip dari VIVAnews.

Ketika "main" bareng melakukan adegan gangbang bersama tersangka V (19), almarhum A alias Rayya, AD, dan pria bertopeng, AD bertemu secara kebetulan. AD dan Mr bertopeng sama-sama tertarik dengan iklan yang di-posting Rayya, kemudian memesannya.

"Sama-sama memesan dari medsos (Twitter), hanya memang antara AD dan Mr bertopeng sempat bertemu di wilayah Bandung," ungkap Dede.

Lanjut Dede, keduanya (AD dan pria bertopeng) bertemu untuk kedua kalinya saat akan main gangbang di penginapan Citra di kawasan objek wisata Cipanas Garut.

Lantas, keduanya sepakat untuk membayar V kepada Rayya sebesar Rp600 ribu. "Jadi mereka bermain dengan tarif masing-masing Rp600 ribu untuk dua rit (ronde) permainan," tuturnya.

Kasus video porno Vina Garut hingga saat ini masih ditangani pihak Polres Garut Jawa Barat, sejak pertama kali viral dua video porno melalui Twitter dengan akun @kabarsange1.

Polisi telah menetapkan tiga tersangka masing-masing V (19), AD (29) untuk kasus video porno gangbang berdurasi 1 menit 7 detik, dan Wl (35) untuk kasus video porno doggy-style yang berdurasi 1 menit 30 detik. Sementara pria bertopeng masih berkeliaran dan menjadi buruan Polres Garut.

Otak pelaku sekaligus pemeran dan pembuat video A alias Rayya meninggal dunia, Sabtu 7 September 2019. Polisi telah menghentikan penyidikan untuk tersangka Rayya.