Misteri Seputar Rumah Persembunyian Pemimpin Al Qaidah yang Dibunuh AS

Merdeka.com - Merdeka.com - Pada pagi buta Minggu (31/7), sebuah serangan mengguncang ibu kota Afghanistan, Kabul. Terdengar ada dua ledakan saat itu.

Spekulasi bermunculan terkait siapa atau apa yang menimpa "rumah kosong" yang berlokasi di Sherpur itu. Sherpur adalah lingkungan mewah ternama yang berisi rumah-rumah mewah yang disebut warga Kabul sebagai markas para tuan tanah dan pejabat korup. Orang Kabul menyebutnya Choorpur, kota para pencuri.

Taliban mengambil alih beberapa vila atau rumah mewah kosong, yang berdekatan dengan kantor-kantor kedutaan besar yang bertembok tinggi, yang juga tutup ketika Taliban mengambil alih kekuasaan tahun lalu.

Setelah serangan pagi buta itu, muncul beragam rumor salah satunya apakah serangan itu menargetkan anggota ISIS. Misteri itu terpecahkan pada Selasa pagi. AS mengumumkan telah membunuh pemimpin Al Qaidah, Ayman al-Zawahiri melalui serangan pesawat tak berawak (drone).

Wartawan BBC mendatangi lokasi yang disebut sebagai rumah persembunyian Zawahiri itu. Penjaga dan pekerja di bangunan sebelahnya menunjukkan mana rumah yang diserang pada Minggu itu. Balkon di lantai atas rumah itu ditutup terpal hijau.

"Rumah itu kosong," itulah jawaban setiap orang saat ditanya apakah pernah melihat ada aktivitas dan penghuni rumah itu.

Para pemilik gedung di sekitarnya mengatakan mereka diperintahkan beberapa jam sebelumnya untuk menutup lantai atas rumah mereka untuk siapapun, termasuk karyawan mereka.

Keamanan juga diperketat. Banyak anggota Taliban berjaga di sekitar lokasi.

"Kalau Anda tidak mendengar saya, saya akan berbicara kepada kalian dengan senjata saya," kata salah satu anggota Taliban bersenjata memperingatkan salah satu jurnalis.

"Kami melihat penduduk bukan orang Afghanistan di lingkungan ini dalam beberapa bulan terakhir. Mereka tidak berbicara bahasa lokal. Kami tidak tahu mereka siapa," kata salah seorang jurnalis yang tinggal di dekat lingkungan Sherpur, dikutip dari BBC, Rabu (3/8).

Kematian Zawahiri, yang masuk dalam daftar buronan AS, sering diberitakan sebelumnya, termasuk tahun lalu ketika dia disebut meninggal karena sakit. Ada juga yang melaporkan dia masih hidup dan menyepi di sekitar perbatasan Afghanistan-Pakistan.

Namun belakangan muncul kabar dia adalah tamu seorang pemimpin Taliban, tinggal di sebuah rumah mewah Sherpur. Rumah itu disebut milik penjabat Menteri Dalam Negeri Afghanistan, Sirajuddin Haqqani, pemimpin Jaringan Haqqani yang ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh AS.

Sejak Taliban berkuasa tahun lalu, muncul sejumlah laporan terpercaya terkait pejuang Al-Qaidah yang melintasi perbatasan Pakistan menuju Afghanistan. Sedangkan di satu sisi, Taliban berjanji untuk memerangi terorisme dan tidak ingin Afghanistan menjadi tempat persembunyian bagi kelompok teroris. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel