Misteri Suara Jeritan Wanita dari Gedung Tua 3 Lantai di Yogyakarta

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Yogyakarta - Kisah mistis kali ini datang dari sebuah gedung tua di pusat Kota Yogyakarta. Gedung tiga lantai di Jalan Diponegoro Yogyakarta ini telihat sepi dan tertutup.

Warna catnya sudah memudar dan kusam menandakan gedung ini telah lama ditinggalkan. Dikutip dari berbagai sumber, tak diketahui secara pasti kapan gedung ini dibangun, tetapi gedung ini mulanya merupakan perpustakaan sumbangan United States Information Services (USIS).

Setelah menjadi perpustakaan, gedung ini juga pernah beberapa kali dialihfungsikan menjadi markas tentara hingga agen koran. Rupanya gedung ini menyimpan cerita kelam mengenai pemberontakan PKI di Yogyakarta.

Gedung mangkrak ini disebut-sebut digunakan sebagai tempat intrograsi dan tempat tahanan sementara. Setelah kejadian kelam tersebut gedung ini dibeli oleh seorang tuan tanah dan dibiarkan terkunci hingga saat ini.

Aura mistis dan menyeramkan gedung tua ini sangat terasa meski halaman gedung ini telah menjadi tempat angkringan yang cukup ramai di pusat kota Yogyakarta. Banyak pembeli angkringan yang sering mendengar jeritan wanita dari dalam gedung kosong ini.

Tak jarang pula terdengar suara lolongan kesakitan dan suara meminta tolong dari dalam gedung. Walaupun menurut keterangan warga sekitar bahwa gedung ini ditinggalkan dalam keadaan kosong, sering terdengar barang-barang jatuh dari dalam gedung ini seolah ada aktivitas di dalamnya.

Cerita mistis yang beredar mengenai gedung ini diperkuat dengan cerita para penjual angkringan di depan gedung ini. Sosok tentara tanpa kepala disebut-sebut sering menampakan diri dari jendela lantai dua gedung ini. Belum lagi bau anyir darah yang sering tercium dari salah satu saluran air dari dalam gedung di Yogyakarta ini.

Penulis: Tifani

Saksikan video pilihan berikut ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel