Misteri Ubin Beda Warna di Depok, Ungkap 2 Kasus Pembunuhan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Misteri ubin beda warna di sebuah kontrakan di Jalan Kopral Daman, Sawangan Kota Depok, Jawa Barat mengungkap sebuah pembunuhan. Ternyata, di bawah ubin itu ada sebuah mayat yang dikubur dan dicor.

Kasus pembunuhan ini terkuak dari kecurigaan pemilik kontrakan. Pemilik kemudian membongkar salah satu ubin keramik yang berbeda warna tersebut, Rabu 18 November 2020 malam.

Pemilik kontrakan terkejut ketika melihat benda yang mirip jasad manusia. Dia kemudian melaporkannya ke kepolisian.

Dibantu Dinas Pemadam Kebakaran Kota Depok, jenazah itu berhasil dievakuasi dari kedalaman 1,5 meter.

Kapolsek Sawangan, Kompol Sutrisno menjelaskan, kondisi jasad saat ditemukan. "Duduk ya, dia memakai kaos hitam dipadu celana bola," kata Sutrisno.

Dia belum mau berbicara banyak soal penemuan mayat itu. Namun, dari kondisi jasad, korban diduga menjadi korban pembunuhan.

Guna penyelidikan jasad dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

Kapolres Metro Depok Kombes Azis Ardiansyah memastikan, jasad yang tertanam di dalam rumah kontrakan korban pembunuhan.

Dugaan itu, berdasarkan pengamatan pada tubuh korban terdapat luka-luka bekas penganiayaan.

"Ditemukan di bagian dari memarah kemudian ada juga di bagian gigi rontok. Artinya sangat patut diduga ini jelas tindak pidana karena ada tanda kekerasan dan kematian yang tidak wajar," ujar dia.

Azis mengatakan, kepolisian telah memeriksa enam orang saksi. Identitas jasad pun mulai terindetifikasi.

"Jenis kelamin laki-laki inisial D, diperkirakan sekitar 30 tahunan," ucap dia.

Dari hasil penyelidikan, kepolisian mengerucutkan pelaku ke adik kandung korban.

Menurut keterangan saksi, korban pembunuhan yang berinisial D tinggal bersama adiknya. Tapi pada saat itu, adiknya tiba-tiba menghilang.

"Maka pantas untuk dicurigai kemudian kita fokus untuk mengejar adik dari korban tersebut," ujar Azis.

Pelaku Ditangkap

Satreskrim Polres Metro Depok meringkus J di kediamannya di Gunung Pongkor, Bogor Jawa Barat. Kepada polisi, J mengaku telah membunuh kakaknya sendiri.

"Korban diperkirkan dibunuh pada 14 November atau sekitar seminggu yang lalu. Awalnya dianiaya dengan menggunakan alat dan kemudian ditanam, ucap Azis.

Azis menjelaskan, J awal terlibat cekcok dengan kakaknya. Ketika itu J berencana menikah. Tapi, tak dapat restu karena kakaknya belum menikah.

"Adiknya ingin segera nikah namun tidak bisa nikah sebelum kakaknya nikah, ketika si adik ini mengejar kakaknya untuk segera menikah. Kakaknya tersinggung dan sering marah semenjak dua bulan terakhir. Nah di situlah kemudian, menurut alasan saat ini dari tersangka itulah alasan dia melakukan pembunuhan terhadap kakaknya," papar dia.

Antarkan ke Kasus Pembunuhan Lain

Kepolisian masih mendalami kasus pembunuhan tersebut. Dari pengakuannya, J bukan kali ini melakukan pembunuhan.

"Peristiwa yang kedua pada Agustus 2020 lalu. Saat ini sedang proses ya karena setelah ditunjuki lokasi tempat dimakamkan yang disembunyikan mayatnya sedang proses penggalian," ujar dia.

Tersangka dijerat Pasal 340 dan 338 KUHP dengan ancaman hukuman mati dan seumur hidup atau 15 tahun kurungan penjara.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: