Mitos atau Fakta, Musim Panas Bisa Cegah Gelombang Kedua COVID-19

Sumiyati, Sumiyati

VIVA – Pada awal penyebaran virus corona atau COVID-19, ada anggapan bahwa musim panas dapat mematikan virus yang berasal dari China tersebut. Namun, akhirnya pernyataan tersebut dipatahkan, karena tidak ada bukti yang mendukungnya. 

Tidak jauh berbeda, di mana sekarang virus ini semakin luas menyebar, ada anggapan lain yang menyatakan bahwa musim panas dapat mencegah munculnya gelombang kedua COVID-19. Mitos atau fakta ya? 

Melalui tayangan Hidup Sehat di tvOne, Senin 15 Juni 2020, Spesialis Kesehatan Masyarakat, Prof. dr. Hasbullah Thabrany, MPH, Dr.PH, menegaskan kalau kabar yang beredar tersebut hanyalah mitos. Dia membuktikan dengan kondisi Brasil yang sudah melalui hal ini. 

"Pada waktu yang lalu di mana di belahan utara musim dingin, belahan selatan seperti Brasil musim panas, kasusnya banyak sekali. Brasil juga suhunya sama seperti kita. Jadi, tetap jaga diri, jangan gampang percaya alam akan melindungi kita," ujarnya. 

Hasbullah meminta kita agar tetap waspada. Karena gelombang satu di Indonesia saja belum berakhir, dan bisa jadi akan terjadi gelombang kedua, jika kedisiplinan masyarakat tidak bisa ditingkatkan. 

"Gelombang kedua bisa terjadi jika disiplin masyarakatnya turun. Sebagian yang masih punya virus di badannya, balik lagi. Di beberapa daerah sudah mulai turun, Tegal salah satunya. Tapi kalau banyak orang dari Jakarta pada balik kampung bawa (virus), tetap waspada," lanjut dia. 

Di sisi lain, ada juga mitos yang menyatakan bahwa gelombang kedua bisa memunculkan imunitas alami pada tubuh. Hasbullah membenarkan, tapi hal tersebut tidak berlaku untuk semua orang. 

"Gelombang satu atau dua, faktanya bisa menimbulkan imunitas alami. Tetapi, hanya pada beberapa orang. Tidak bisa seluruh orang akan jadi imun. Fakta tapi individual. Jangan dianggapnya nanti ada gelombang kedua, ada imunitas alami. Enggak ada," kata dia. 

Jika tubuh kita belum pernah terpapar virus ini, kemudian kondisi tubuh kita sedang tidak fit, maka akan ada peluang COVID-19 masuk ke dalam tubuh. Maka dari itu, Hasbullah memperingatkan agar kita tidak mengandalkan imunitas alami tersebut.