Mitos Kesehatan Sepekan: Perasan Jeruk Nipis Bikin Mata Sehat hingga WHO Sebut COVID-19 Sama Seperti Flu Biasa

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Informasi hoaks terus bermunculan di media sosial, tidak terkecuali hoaks dan mitos kesehatan yang dapat mempengaruhi masyarakat. Salah satunya informasi perasan jeruk nipis yang diteteskan ke mata diklaim membuat mata tetap sehat.

Informasi ini dibagikan oleh salah satu akun Facebook dengan narasi "Tips Obat Mata Mujarab dari Pak Polisi".

Dalam video berdurasi 4 menit 22 detik itu, terlihat tiga anggota polisi terlihat meneteskan air perasan jeruk nipis di mata mereka.

"Lemon ikan atau jeruk nipis ini obat mata yang sangat mujarab. Ini akan dipakaikan kepada pasien untuk diteteskan di mata, agar matanya tetap terang dan sehat," ucap pria dalam video tersebut.

Namun setelah ditelusuri, penggunaan jeruk nipis untuk menyehatkan mata ternyata tidak benar. Faktanya, manfaat jeruk nipis pada mata bisa dirasakan dengan mengonsumsinya bukan menjadikan obat tetes mata.

Selain informasi perasan jeruk nipis dapat menyehatkan mata, terdapat mitos kesehatan lain yang telah ditelusuri selama sepekan. Berikut rangkumannya.

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

WHO Sebut COVID-19 Sama Seperti Flu Biasa dan 500 Ribu Orang di AS Tewas karena Vaksin

Gambar Tangkapan Layar Informasi WHO Akui Covid-19 Sama Seperti Flu Biasa (sumber: Facebook).
Gambar Tangkapan Layar Informasi WHO Akui Covid-19 Sama Seperti Flu Biasa (sumber: Facebook).

Belakangan ini beredar informasi megenai Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengakui virus corona COVID-19 sama seperti flu biasa dan ada 500 ribu orang Amerika Serikat meninggal dunia karena divaksin.

Informasi ini dibagikan oleh salah satu akun Facebook pada 25 Oktober 2021. Dalam unggahnnya terdapat foto Reiner Fuellmich dan disertakan narasi sebagai berikut.

"INNALILLAHI....‼️WHO MENGAKUI VIRUS COVID SAMA SEPERTI FLU BIASA, 500.000 ORANG AMERIKA MATI KARENA DIVAKSIN".

Setelah ditelusuri, kabar tentang WHO mengakui COVID-19 sama dengan flu biasa ternyata tidak benar. Faktanya, COVID-19 disebabkan oleh virus SARS-Cov-2 sedangkan flu biasa disebabkan oleh rhinovirus. Sementara itu, kematian 500 ribu warga AS karena vaksinasi juga tidak benar.

Faktanya, kematian yang disebabkan oleh COVID-19 di AS sebanyak 743.358 orang per Jumat (29/10/2021). Kematian ini juga disebabkan terinfeksi virus COVID-19 bukan karena divaksinasi.

Baca selengkapnya di tautan berikut ini.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel