Mitos Seputar Masker: Picu Kanker hingga Sebabkan Hipoksia

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta - Memakai masker selama pandemi Covid-19 merupakan kewajiban. Menutup mulut dan hidung dengan masker bisa mencegah penularan penyakit dan virus berbahaya.

Di tengah pandemi Covid-19, muncul beragam informasi mengenai penggunaan masker. Sebagian informasi itu ternyata tidak valid atau mitos.

Misalnya saja memakai masker bisa memicu kanker. Informasi ini beredar di media sosial sejak awal Oktober 2020 lalu.

Salah satu akun yang mempostingnya adalah @narendramodi di Twitter. Berikut isi postingannya:

"MASKER PENYEBAB KANKER !! Masker mengurangi tingkat Oksigen dalam sistem pernapasan dan aliran darah. Inilah salah satu pemicu utama terjadinya kanker. Penggunaan masker bahkan selama 1 menit meningkatkan CO2 menjadi 4000 ppm, sedangkan izin tertinggi 1200 ppm - Belgium Doctors Assn"

Namun setelah ditelusuri klaim tentang masker dapat memicu kanker ternyata tidak benar alias hoaks.

"Pada dasarnya penggunaan masker tidak akan mengurangi kadar oksigen yang kita hirup dan tubuh akan tetap membuang CO2 melalui masker. Baik masker kain, masker medis, masker N95, oksigen maupun carbondioksida bisa menembus lapisan masker tersebut jadi tidak mungkin terjadi penumpukan CO2 atau kita kekurangan oksigen," ujar dr. Decsa Medika H, Sp.PD.

"CO2 yang terhirup kembali karena memakai masker memang ada tapi jumlahnya sedikit dan tubuh secara otomatis akan membuang lagi melalui beberapa mekanisme. Jadi tidak mungkin menyebabkan kanker," katanya menambahkan.

Selain hoaks memakai masker bisa memicu kanker, terdapat beberapa mitos lain seputar masker yang telah ditelusuri Cek Fakta Liputan6.com. Berikut rangkumannya:

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Pakai Masker Tak Ber-SNI Bakal Didenda dan Dipenjara

Cek Fakta Masker SNI
Cek Fakta Masker SNI

Beredar melalui media sosial postingan soal masker yang wajib SNI. Postingan ini ramai dibagikan sejak akhir bulan lalu.

Salah satu yang mengunggahnya adalah akun bernama Bebenk. Dia mempostingnya di Facebook pada 26 September 2020 lalu.

Dalam postingannya ia mengunggah tangkapan layar dari salah satu situs berita dengan judul "Tak Boleh Sembarangan, Pemerintah Mulai Hari Ini Anjurkan Pakai Masker Ber-SNI"

Namun dalam narasi postingannya ia menulis sebagai berikut,

"memang wes diprediksi...semenjak masker scuba dilarang pasti enek berita anyaran dan terbitlah khabar berita kui...masker ber SNI. wajib dipake warga +62....bisnis memang kejam...kalo gak mentaati peraturan...denda dan penjara akibatnya".

Setelah ditelusuri, klaim yang menyebut orang yang memakai masker tidak ber-SNI akan dipenjara dan didenda adalah tidak benar. Faktanya sertifikasi SNI pada masker masih bersifat sukarela.

Suhu Panas Masker Bisa Bikin Penderita Hipotiroid Positif Covid-19

Cek Fakta masker dan CO2 bisa sebabkan positif covid-19 pada penderita hipotiroid
Cek Fakta masker dan CO2 bisa sebabkan positif covid-19 pada penderita hipotiroid

Beredar di media sosial postingan terkait masker dan covid-19. Postingan tersebut mengklaim masker bisa menyebabkan seseorang yang hipotiroid jadi positif covid-19.

Akun yang memposting tersebut adalah akun Lois Lois di Facebook. Dia mengunggahnya pada Jumat (16/10/2020).

Berikut isi postingannya:

"Suhu panas dan CO2 akibat selalu pakai masker akan membuat Rapid dan PCR bisa (+) pd hypothyroid. Hati2 ketangkep alat"

Pada postingan lain di hari yang sama ia juga mengunggah narasi "Anjuran utk selalu pakai masker adalah jebakan maut!"

Sementara sehari sebelumnya ia memposting narasi "covid-19 adalah hawa panas masker+CO2 yang menurunkan keasaman darah"

Setelah ditelusuri, klaim yang menyebut masker dan CO2 bisa membuat orang dengan hipotiroid bisa positif covid-19 saat dirapid test atau PCR adalah hoaks.

Pakai Masker dalam Waktu Lama Berakibat Hipoksia

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim masker dalam waktu lama akan berakibat hipoksia
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim masker dalam waktu lama akan berakibat hipoksia

Cek Fakta Liputan6.com mendapati informasi yang mengklaim menggunakan masker dalam waktu lama akan berakibat hipoksia.

klaim menggunakan masker dalam waktu lama akan berakibat hipoksia diunggah akun Facebook Dwi Astina Nurmansyah, pada 23 September 2020.

Akun tersebut mengunggah sejumla foto terkait penggunaan masker, kemudian diberi keterangan sebagai berikut:

"It''s not about safety. It's about Control.Hiposksia adalah kondisi tubuh yang kadar oksigen nya terlalu rendah, hingga beresiko kematian.

Alih-alih takut virus malah kena hipoksia akibat terlalu lama memakai masker yang mengakibatkan kurangnya asupan oksigen ke tubuh dan menghirup kembali Co2.

Mereka berhasil mengelabui banyak manusia bahwa imun manusia itu tak berguna, dan berhasil mempengaruhi banyak manusia bahwa yang menyelamatkan dari virus hanya masker. Padahal fakta dilapangan justru orang2 yang taat menggunakan masker banyak yang tumbang dan sakit bahkan meninggal. Karena alat tes yang tidak akurat akhirnya di klaim Covid. Justru ilmuan dan para dokter ahli paru membuktikan bahwa masker tidak berfungsi memfilter virus dan menghindari penyakit. Justru hasil riset membuktikan bahwa masker dapat menimbulkan berbagai macam penyakit, salah satunya adalah Hipoksia.

Waspada boleh, paranoid jangan. Cerdas harus, dibodohi pilihan".

Setelah ditelusuri, klaim masker terlalu lama akan berakibat hipoksia tidak benar. Penggunaan aman bagi kesehatan telah dibuktikan oleh para tenaga kesehatan, belum ada bukti yang mendukung kalau pemakaian masker berefek negatif seperti mengakibatkan keracunan karbondioksida dan kekurangan oksigen.

Simak video pilihan berikut ini: