Mitos tentang COVID-19 yang Perlu Anda Buang Jauh

·Bacaan 1 menit

Bola.com, Jakarta - Pandemi COVID-19 masih berlangsung hingga saat ini. Virus ini pertama kali muncul di pengujung tahun 2019 di Wuhan, China.

Virus ini dengan cepat meluas hingga ke seluruh dunia dan membuat hampir semua sendi kehidupan terdampak. Kegiatan olahraga, ekonomi, dan pariwisata ambruk.

Beberapa event olahraga sempat tertunda hingga akhirnya bisa kembali digelar, meski tanpa penonton menggunakan protokol yang ketat. Beberapa ajang lainnya masih harus ditunda hingga setidaknya tahun 2021.

Sementara di bidang ekonomi, beberapa negara mengalami resesi karena tak ada menurunnya aktivitas ekonomi akibaat masyarakat melakukan karantina mandiri.

Semua negara di dunia termasuk Indonesia menggalakkan upaya pencegahan dan pengendalian hingga vaksin ditemukan. Pencegahan dimulai dengan penggalakan program 3M, yakni mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, dan menjaga jarak serta menghindari kerumunan.

Dalam upaya pemerintah menekan angka penyebaran COVID-19, masih ada beberapa mitos yang dipercaya masyarakat tentang virus ini.

Mitos tersebut jmembuat upaya pencegahan dan pengendalian menjadi sedikit terhambat.

Berikut lima mitos yang perlu dibuang jauh-jauh terkait pandemi COVID-19 guna mempercepat penanganan penyakit ini, dikutip dari Healthline, Jumat (20/11/2020).

Mitos yang perlu dibuang jauh-jauh terkait pandemi COVID-19

Ilustrasi Pandemi Covid-19 Credit: pexels.com/cottonbro
Ilustrasi Pandemi Covid-19 Credit: pexels.com/cottonbro

1. COVID-19 hanyalah flu biasa.

2. COVID-19 hanya menyerang orang tua.

3. Tidak ada ada yang bisa kita lakukan sampai vaksin ditemukan.

4. Virus diciptakan oleh manusia.

5. Pemerintah dan ilmuan menyembunyikan informasi tentang COVID-19.

Sumber: Healthline