Mitra Angkasa Sejahtera bidik pertumbuhan penjualan 11 persen

·Bacaan 2 menit

Distributor produk pengikat (fastener) yakni baut dan mur, PT Mitra Angkasa Sejahtera (MAS) menargetkan pertumbuhan penjualan sepanjang 2021 di atas 11 persen dibanding tahun sebelumnya, seiring semakin luasnya program vaksinasi di Tanah Air.

"Optimistis program vaksinasi dan pemulihan ekonomi yang terus dilakukan pemerintah akan kembali menimbulkan gairah bisnis sehingga bisa menjadi salah satu pendorong kinerja perseroan," kata Direktur Utama Mitra Angkasa Sejahtera (MAS) Simon Hendiawan, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Pelaksanaan vaksinasi dan pemulihan ekonomi yang terus gencar dilakukan pemerintah mendorong sektor fastener mulai pulih dari pandemi. "Kami meyakini proyeksi tahun 2021 mulai kembali ke normal, bahkan lebih baik dibandingkan tahun 2020," ujar Simon.

Data Asosiasi Fastener Indonesia (AFI), pada 2019 total penjualan fastener mencapai sekitar Rp5 triliun, dengan jumlah anggota mencapai 15 perusahaan dengan total investasi sekitar Rp1 triliun pada 2018-2020.

"Penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) tidak menghentikan kegiatan bisnis mur dan baut dikarenakan termasuk kategori kritikal dan banyak terkait dengan industri, konstruksi, dan juga proyek strategis nasional," ujar Simon.

Produk baut dan mur merupakan industri yang unik dan kompleks. Sektor ini boleh dikatakan sebagai bahan pokok bagi bidang industri manufaktur, konstruksi hingga gadget.

"Baut atau mur itu berfungsi untuk menyambungkan dan mengencangkan material yang cukup vital dalam kehidupan kita sehari-hari, jenisnya bermacam-macam ada sekitar 70 ribu jenis baut," papar Simon.

Bisnis baut dan mur di Indonesia, sangat prospektif seiring dengan pembangunan infrastruktur yang digulirkan pemerintah maupun pembangunan properti yang digerakkan sektor swasta.

Tidak hanya digunakan untuk industri otomotif, baut juga banyak dipakai untuk konstruksi atau bangunan, manufaktur, properti dan infrastruktur hingga sektor-sektor lainnya.

Membuat baut dan mur menjadi salah satu investasi bisnis yang sangat menjanjikan dalam menopang pembangunan infrastruktur Indonesia bahkan di seluruh dunia.

Baca juga: Investasi industri naik 29 persen semester I, capai Rp167,1 triliun
Baca juga: Menperin: PMI Manufaktur Indonesia masih ekspansif
Baca juga: Menperin paparkan 9 kebijakan perkuat industri penunjang infrastruktur

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel