Mitratel Tunjuk Bank untuk IPO USD 1 Miliar

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel), salah satu anak perusahaan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), telah memilih bank untuk mengatur rencana penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) yang digadang-gadang akan menjadi IPO terbesar di Indonesia.

Dilansir dari Bloomberg, Jumat (16/4/2021), PT Dayamitra Telekomunikasi, atau Mitratel telah memilih HSBC Holdings Plc, JPMorgan Chase & Co, dan Morgan Stanley untuk menggarap rencana IPO Jakarta. Menurut sumber yang mengetahui rencana tersebut, BRI Danareksa Sekuritas dan Mandiri Sekuritas juga dipilih untuk membantu mengatur pencatatan.

Perusahaan menyasar USD 1 miliar atau sekitar Rp 14,56 triliun (asumsi kurs Rp 14.560 per dolar AS) dari IPO. Dengan angka tersebut, IPO ini akan menjadi yang terbesar di Indonesia selama lebih dari satu dekade.

IPO dengan nilai emisi terbesar sebelumnya dilakukan oleh PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) pada 2010 dengan perolehan dana segar sebesar USD 696 juta.

Hingga berita ini ditulis, pihak-pihak terkait masih melangsungkan musyawarah. Sehingga rincian penawaran termasuk ukuran dan jadwal dapat berubah.

“Persiapan IPO Mitratel sedang berlangsung dan perusahaan akan memberikan rincian lebih lanjut pada waktunya,” kata Ririek Adriansyah, Direktur Utama Telkom Indonesia.

Mitratel mengelola lebih dari 16.000 menara telekomunikasi di seluruh Indonesia. Perusahaan menandatangani kesepakatan pada Oktober dengan PT Telekomunikasi Selular, unit Telkom Indonesia lainnya untuk membeli 6.050 menara.

Telkom Targetkan IPO Mitratel pada Akhir 2021

Telkom Indonesia
Telkom Indonesia

Sebelumnya, PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) siap melantai di bursa saham. Menjadi anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) atau Telkom, Initial public offering (IPO) akan dilakukan akhir 2021 atau awal tahun depan.

"Secara timeline, kami berharap Mitratel dapat IPO akhir tahun ini atau semester satu tahun depan, tentunya dengan memperhatikan perkembangan kondisi market," kata Head of Investor Relations Telkom Andi Setiawan kepada Liputan6.com, Selasa, 12 April 2021.

Saat disinggung alasan Mitratel akan hadir di Bursa Efek Indonesia (BEI), Andi mengaku valuasi yang lebih baik menjadi salah satu yang terbesar.

"Salah satu pertimbangan Mitratel IPO adalah mendapatkan valuasi yang lebih baik, di mana industri tower di Indonesia memiliki valuasi yang cukup tinggi. Sehingga diharapkan akan menciptakan value bagi Telkom Group," tuturnya.

Saat ini, Mitratel dan Telkomsel telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Bersyarat atau Conditional Sale and Purchase Agreement (CSPA) terkait pembelian 6.050 unit menara milik Telkomsel. Perjanjian yang dilakukan pada Oktober tahun lalu tersebut memiliki nilai hingga Rp 10,3 trilliun.

Hal ini membuat jumlah menara Mitratel menjadi 22.140 menara. Tersebar di 38.122 titik di seluruh Indonesia, PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) menjadi pengelola 21.271 menara.

"Untuk belanja modal dianggarkan sekitar 25 persen dari pendapatan, dengan fokus memperkuat infrastruktur jaringan untuk menumbuhkan digital business baik di segmen fixed line maupun mobile," tuturnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini