Mitsubishi Bakal Bikin Mobil Listrik dan Pabrik Baterai di Indonesia, Gandeng BUMN?

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Hari ini Menteri Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita bertemu dengan pimpinan perusahaan Mitsubishi di Jepang. Dalam pertemuan tersebut, Agus mengatakan Mitsubishi berencana ikut mengembangkan produk kendaraan listrik berbasis baterai di Indonesia.

"Mitsubishi ini memang memberikan akan komitmen kembangkan hybrid, ini pilihan bisnis mereka," kata Agus Gumiwang di Jepang, Rabu (10/3).

Agus menjelaskan rencana pengembangan bisnis tersebut berupa kendaraan hibrida dan membuat pabrik bateraiev. Namun saat ini Mitsubishi masih melakukan studi terhadap model-model yang akan dikembangkan.

"Mereka masih melakukan studi terhadap model-modal yang dikembangkan dan kasih komitmen buat kembangkan (baterai) ev," kata dia.

Untuk itu, kata Agus, pekerjaan rumah (PR) pemerintah ke depan dalam hal ini menyiapkan berbagai infrastruktur yang diperlukan investor. Mulai dari proses produksi, dan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk membuat tempat pengisian baterai dan sebagainya.

"Kita harus kolaborasi dengan pihak lainnya termasuk perusahaan BUMN untuk membuat charging station dan lain-lainnya," ujar Agus.

Termasuk juga mempersiapkan infrastruktur daur ulang baterai. Sebab pada dasarnya kata Agus, dengan adanya teknologi, seharusnya semua hal bisa didaur ulang.

"Pada dasarnya dengan teknologi yang maju ini semua hal bisa di recycle dan ini yang disebut dengan sircular ekonomi," kata dia mengakhiri.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

**Ibadah Ramadan makin khusyuk dengan ayat-ayat ini.

Kembangkan Mobil Listrik, Mitsubishi Siap Investasi Rp 11,2 Triliun di Indonesia

Nissan dan Mitsubishi Siap Hadirkan Mobil Listrik Harga Rp250 Jutaan (Asia Nikkei)
Nissan dan Mitsubishi Siap Hadirkan Mobil Listrik Harga Rp250 Jutaan (Asia Nikkei)

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menggelar pertemuan dengan pihak Mitsubishi Motors Jepang yang menghasilkan komitmen tambahan investasi sebesar Rp11,2 triliun pada akhir 2025 di Indonesia untuk mengembangkan jenis kendaraan listrik.

"Mitsubishi hingga akhir 2025 berkomitmen menambah investasi sebesar Rp11,2 triliun, di mana akan terjadi peningkatan kapasitas, dari yang tadinya 220 ribu unit, akan naik menjadi 250 ribu unit," kata Menperin dikutip dari Antara, Rabu (10/3/2021).

Menurut Menperin, Mitsubishi akan mengembangkan dua model kendaraan, yaitu sport utility vehicle (SUV) Xpander jenis hybrid dan plug in hybrid. Kemudian, model kedua akan diarahkan pengembangannya menjadi produk ekspor Indonesia ke nagara-negara tujuan ekspor.

"Mereka akan mengembangkan hybrid, memang itu pilihan bisnis mereka, tentunya kami mengawal. Selain hybrid juga mereka akan melakukan investasi plug in hybrid," ujar Menperin.

Sementara, khusus untuk jenis electric vehicle (EV), Menperin menyampaikan bahwa Mitsubishi masih melakukan studi terhadap model-model yang akan dikembangkan, namun mereka sudah berkomitmen untuk melakukan pengembangan jenis kendaraan EV.

Selain itu, Agus menyebutkan bahwa Mitsubishi juga akan menambah sembilan negara tujuan ekspor baru bagi kendaraan yang diproduksi di Indonesia. Dengan demikian, negara tujuan ekspor Mitsubishi bertambah menjadi sekitar 39 negara dari sebelumnya 30 negara.

Pasalnya, Indonesia ingin segera memaksimalkan kerja sama ekonomi komprehensif dengan Australia atau Indonesia-Australia CEPA. Salah satu yang akan digenjot adalah ekspor kendaraan listrik, di mana negeri kanguru merupakan pasar yang sangat potensial untuk produk kendaraan listrik.

"Kami sudah menekankan bahwa pasar di Australia ini sangat penting. Australia menjadi satu negara yang akan diperluas," ujar Menperin.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: