Mitsubishi Buka Suara soal Inden Xpander

·Bacaan 2 menit

VIVA – Meski Lancer tidak lagi diproduksi, Mitsubishi masih memiliki satu mobil yang tidak kalah fenomenal. Kendaraan ini masuk ke dalam segmen multi purpose vehicle atau MPV, dan diberi nama Xpander.

Mitsubishi Xpander awalnya menjadi produk yang khusus untuk desain di Indonesia, sesuai permintaan pasar dalam negeri. Namun, ternyata peminatnya di luar negeri juga banyak sehingga akhirnya diekspor ke 30 negara.

PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia mengaku, bahwa belakangan ini mereka mengalami kendala dalam hal memenuhi permintaan yang ada. Salah satu penyebabnya, yakni adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM.

Selain itu, kenaikan pemesanan konsumen Xpander di dalam negeri juga terjadi karena adanya penghapusan pajak barang mewah atau PPnBM, yang menjadi program pemerintah dan berlaku hingga akhir bulan ini.

Director of Sales and Marketing Division MMKSI, Tetsuhiro Tsuchida mengatakan bahwa saat ini pihaknya terus berkomunikasi dengan pabrik PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia di Cikarang, Jawa Barat untuk mengatasi masalah tersebut.

“Kami mohon maaf, karena beberapa bulan terakhir konsumen menunggu 1-2 bulan. Itu karena permintaan pasar meningkat dan insentif pemerintah. Di sisi lain, pabrik kami kesulitan produksi karena PPKM,” ujarnya saat konferensi pers virtual, dikutip VIVA Otomotif Jumat 20 Agustus 2021.

Tsuchida mengaku, bahwa para pembeli Xpander yang sudah memberi uang tanda jadi tidak perlu khawatir karena pihaknya sudah bisa mengatasi sebagian besar dari antrean surat pemesanan kendaraan yang masuk.

“Secara umum, inden Xpander sudah dapat kami penuhi sampai akhir bulan ini. Hanya Xpander varian dan warna tertentu, yang konsumen harus menunggu 1-2 bulan,” tuturnya.

Walau saat ini sedang dilanda masalah produksi, namun Tsuchida memastikan bahwa konsumen tetap bisa memesan Xpander dan mengupayakan agar proses pengiriman unitnya bisa dilakukan dalam waktu tidak terlalu lama.

“Kami selalu mengutamakan kepuasan pelanggan. PPKM masih berjalan, dan kita belum tahu kapan berakhir. Fokus kami memaksimalkan produksi pabrik, memenuhi permintaan konsumen,” jelasnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel