Mitsubishi Recall Mirage Exceed di Indonesia

Otosia.com -

PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) secara resmi mengumumkan penarikan 1.775 unit Mitsubishi Mirage. Hal ini dikarenakan telah ditemukan ketidaksempurnaan pada waterproof harness di Front Wheel Speed Sensor yang termasuk pada sistem pengereman ABS yang dimiliki Mirage Exceed.

Pihak Mitsubishi telah menemukan ketidaksempurnaan pada waterproof harness di Front Wheel Speed Sensor, sehingga mengurangi performa sistem pengereman pada kendaraan Mirage Exceed.

Menurut sumber di KTB, untuk Indonesia sendiri, Mitsubishi Mirage dengan masa periode produksi sebelum 26 Januari 2013, telah tersebar sebanyak 1.775 unit. Vehicle Identification Number (VIN) dari unit kendaraan Mirage Exceed tersebut bisa di konfirmasikan melalui Dealer resmi Mitsubishi.

KTB akan menyampaikan undangan kepada pemilik Mirage Exceed yang termasuk dalam Field Fix Campaign, untuk melaksanakan penggantian Front Wheel Speed Sensor secara cuma-cuma. Pengerjaan perbaikan akan dimulai pada pertengahan April 2013 di dealer resmi Mitsubishi dan akan memakan waktu kurang lebih 90 menit.

Meski hingga saat ini belum dilaporkan terjadinya kecelakaan, proses penggantian ini merupakan komitmen dari KTB demi menjaga kualitas produk kendaraan serta menjamin keselamatan para konsumen Mitsubishi Mirage.

KTB akan selalu melakukan yang terbaik untuk memastikan seluruh kendaraan telah dicek dan dilakukan penggantian komponen, demi menjamin performa Mitsubishi Mirage dalam penggunaan keperluan operasional bisnis ataupun pribadi.

Foto Ilustrasi HarnessFoto Ilustrasi Harness

Artikel Terkait

 

 (kpl/tr/rd)

Sumber: Otosia.com

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.