Mitsubishi Siap Saingi Avanza dan Ertiga

Otosia.com -

Gemuknya pasar low MPV mendorong PT Krama Yudha Tiga Belian Motors (KTB) selaku agen pemegang merek (APM) Mitsubishi untuk mencoba bermain di segmen ini.

“Memang menarik (MPV). Tapi kita pada intinya mau semua jenis mobil ada. Tidak hanya (MPV) itu saja,” ujar Rizwan Alamsjah, Executive Marketing Director di sela-sela peresmian dealer Mitsubishi Raden Inten, Jakarta Timur, Kamis (16/5).

Namun pihak Mitsubishi menampik jika produk MPV-nya nanti merupakan penerus dari Mitsubishi Kuda yang sempat kesohor beberapa tahun lalu. KTB juga menggeleng ketika ditanya soal kapasitas mesin MPV barunya nanti.

Penampakan MPV baru Mitsubishi (Zinger)Penampakan MPV baru Mitsubishi (Zinger)

“Meneruskan Mitsubishi Kuda? Kalian (wartawan) bisa saja. Ya enggaklah. Pokoknya lihat saja nanti-lah,” elak Rizwan.

Sebenarnya MPV bukan segmen baru bagi Mitsubishi. Pada tahun 1997 lalu, Mitsubishi punya jagoan Kuda di kelas MPV dengan kapasitas mesin 2.000cc untuk bensin dan diesel 2.500cc.

Tapi tanpa sebab yang jelas pada 2005, suplai Mitsubishi Kuda ke Indonesia dihentikan. Mitsubishi Kuda sendiri ketika itu berasal dari Taiwan dan Filipina.

Mitsubishi KudaMitsubishi Kuda

Jika nantinya Mitsubishi jadi meluncurkan produk low MPV, maka dipastikan persaingan di segmen mobil keluarga 7-penumpang ini makin memanas. Pasalnya saat ini di segmen low MPV persaingan sengit mulai terlihat sejak masuknya Suzuki Ertiga, Chevrolet Spin, menyusul kemudian Mazda VX-1, yang menggembosi Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia yang lebih dulu hadir.

 (kpl/nzr/abe)

Sumber: Otosia.com

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.