MK dan KPU Samakan Persepsi Sengketa Pemilu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mahkamah Konstitusi dan Komisi Pemilihan Umum melakukan penyamaan persepsi terkait proses dan hasil pemilu sampai pengajuan sengketa. Dalam audiensi antara hakim MK dan komisioner KPU berlangsung tertutup.

Hakim MK, Aqil Muhtar usai audiensi tertutup menjelaskan, penyamaan persepsi dua lembaga ini membahas, sekaligus mempersiapkan kemungkinan apa saja terkait proses dan hasil pemilu yang potensial berujung pada sengketa pemilu.

"Pertemuan hanya penyamaan berapa hal dalam proses dan hasil pemilu nanti, dan bagaimana sengketa di MK. Sebelum sampai ke sana, beberapa hal harus dibicarkan. Apakah itu soal pemilukada, pileg, dan pilpres, teknisnya silakan," ujar Akil, Jakarta, Rabu (13/2/2013).

Ketua KPU Husni Kamil Manik menambahkan, audiensi ini dilakukan karena saat ini sudah masuk tahapan pemilu 2014, dan sambil menginformasikan bakal adanya penyelenggaraan 152 pemilu kepala daerah. Sehingga informasi ini penting untuk dikoordinasikan.

"Jika masuk tanpa informasi awal akan membuat MK bekerja dengan kelabakan. Sebagai penyelenggara sangat punya kepentingan untuk evaluasi kerja kami, dalam hal ini bagaimana agar untuk pileg atau pilpres tidak banyak ke MK," paparnya.

Diakui Husni, dalam audiensi, KPU sebagai penyelenggara pemilu mendapat banyak masukan agar secara administrasi lebih siap saat menghadapi persidangan jika digugat ke MK. Karena, jika administrasi tidak tertib dan sesuai standar akan membuat hakim MK kesulitan dan bias.

Klik:

  • Danagung Group Kenalkan Branding Baru
  • Siswa SD Tolak Peringatan Hari Valentine
  • Altet Sepatu Roda Dapat Bantuan Dari KONI DIY
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.