MK Gelar Sidang Sengketa Pilkada Cimahi

Jakarta (ANTARA) - Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar sidang perselisihan hasil pemilihan umum kepala daerah dan wakil kepala daerah Kota Cimahi tahun 2012 dengan penggugat pasangan calon nomor urut satu Gantira Kusumah-Bambang Suprihatin dan pasangan nomor urut empat Cecep Rustandi-Eman Sulaeman.

"Pemohon menyatakan keberatan terhadap penetapan rekapitulasi KPU Kota Cimahi dalam penetapan walikota dan wakil walikota terpilih," kata kuasa hukum pasangan calon Gantira Kusumah-Bambang Suprihatin, Fatmawati saat sidang panel di MK, Jumat.

Fatmawati mengatakan terjadi pelanggaran oleh Walikota Cimahi terkait dukungan kepada salah satu pasangan calon yang merupakan istri dari walikota yang mengikuti pilkada yaitu pasangan Atty Suharti-Sudiarto.

Menurut dia calon walikota tidak memenuhi syarat kesehatan untuk mengikuti pilkada karena memiliki penyakit ginjal.

Menurut dia, walikota melakukan pemenangan pasangan nomor urut tiga dengan mengerahkan pegawai di lingkungan pemkot Cimahi untuk memenangkan pasangan calon nomer tiga.

Selain itu pihak pemohon mengajukan agar dilakukan pilkada ulang dengan mendiskualifikasi nomor urut tiga sebagai peserta dan pemenang pilkada Cimahi.

Pemohon juga meminta MK untuk membatalkan putusan KPU Kota Cimahi Nomor 22 Tahun 2012 tentang penetapan hasil rekapitulasi suara sah dalam pemilihan umum Walikota dan Wakil Walikota Cimahi Tahun 2012.

Sementara itu kuasa hukum dari pihak terkait, Memet Akhmat Hakim mengatakan belum mengajukan tanggapan terkait tuduhan penyalahgunakan kewenangan yang dilakukan oleh walikota dan istri yang mengikuti pilkada Cimahi.

"Kami membantah semua tuduhan pemohon dalam persidangan," kata Memet.

Pada persidangan berikutnya, kuasa hukum dari pihak tekait akan menunjukkan bukti-bukti yang akan dilaksanakan pada senin, kata dia.

Kuasa hukum dari pihak tergugat akan membuktikan ketidakbenaran dalil yang diajukan oleh pemohon melalui kuasa hukum pada persidangan selanjutnya.(rr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.