MK: Permohonan Para Pemohon Prematur

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dalam persidangan pemeriksaan sengketa Pilkada Kota Batu, Malang, Jawa Timur, antara tiga pasangan calon Kepala Daerah dengan KPU Kota Batu, Majelis Panel Mahkamah Konstitusi (MK) menilai permohonan Para Pemohon prematur.

"KPU Kota Batu sendiri belum mengumuman hasil rekapitulasi suara. Keberatan akan hasil rekapitulasi ini bisa diajukan dalam waktu tenggang 3 hari setelah pengumuman hasil rekapitulasi suara oleh KPUD," ujar Anggota Majelis Panel MK, Ahmad Fadlil Sumadi saat memberikan saran terhadap Para Pemohon di Ruang Sidang MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (8/10/2012).

Anggota Majelis Panel MK lainnya, Harjono mengungkapkan, permohonan yang diajukan Para Pemohon ini juga tidak bisa dilanjutkan, sebab obyek pengujiannya, yakni hasil rekapitulasi suara dari KPU Kota Batu belum keluar. Saat ini pun KPU Kota Batu masih melakukan rapat pleno membahas rekapitulasi suara.

Kemudian, Ketua Majelis Panel MK, Ahmad Sodiki mengatakan,  materi permohonan yang diajukan tidak dapat diteruskan oleh Mahkamah.

Hal ini berdasarkan permohonan Para Pemohon yang mempermasalahkan Surat Keputusan yang dikeluarkan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya terkait Penetapan Calon Kepala Daerah yang Memenuhi Syarat.

"Disini kan yang menjadi masalah yaitu tentang bakal calonnya. Kalau masalah ini bukan menjadi wewenang Mahkamah," ucap Ahmad Sodiki.

Setelah memberikan nasihat kepada Para Pemohon yang diwakili oleh kuasa hukumnya yaitu Setyo Cahyono dan Dian Aminudin, Majelis Panel MK memberikan kesempatan kepada Para Pemohon apakah akan mencabut atau memperbaiki permohonan yang diajukan.

"Karena itu hak anda boleh atau tidak menggunakan nasihat yang telah disampaikan, termasuk jika anda ingin menarik permohonan ini. Sayaingin menyampaikan MK ini kewenangannya untuk mengadili sengketa hasil, sedangkan hasil dari Pemilukada Batu itu belumkeluar, ini sengketa proses bukan sengketa hasil," ucap Ahmad Fadlil Sumadi.

Adapun petitum permohonan yang diajukan oleh Para Pemohon yakni meminta Mahkamah Konstitusi untuk membatalkan dan menyatakan tidak sah hasil Pemilukada Kota Batu.

Tiga pasangan yang mengajukan permohonan ini yaitu Abdul Majid-Kustomo, Suhadi-Suyitno dan Gunawan Sundjojo.

Usai persidangan, Robikin Emhas selaku kuasa hukum Termohon, dalam hal ini KPU Kota Batu menyerahkan sepenuhnya proses persidangan kepada Pemohon. Meski demikian, Termohon tentu memiliki sikap yang akan dinyatakan juga dalam persidangan.

"Ternyata Majelis Panel MK telah menjawab apa yang akan kami jawab,diantaranya eksepsi tentang kewenangan majelis MK dalam periksa perkara ini, termasuk juga tentang legal standing mereka pemohon, limitasi waktu yg tidak sesuai dengan UU, dengan kata lain ini udh disampaikan majelis panel td udh kami tuangkan semua dlm eksepsi kami," kata Robikin.

Robikin juga membantah secara tegas bahwa dalil Pemohon yang pada pokoknya menyatakan Termohon melanggar UU lantaran ketika Termohon yang menetapkan Eddy Rumpoko-Punjul Santoso sebagai pasangan calon berdasarkan keputusan PTUN surabaya, dianggap melanggar hukum dan keputusannya cacat hukum.

"Pada saat KPU digugat oleh salah satu parpol pengusung Pihak Terkait, itu sudah dipanggil oleh PTUN Surabaya dua kali berturut-turut, tetapi tiga pasangan calon ini beralasan memiliki kesibukan yang tidak bisa ditinggal. Dengan kata lain tiga pasangan calon ini melepaskan haknya sebagai pihak dalam pokok perkara yang sedang dijalani ini," kata Robikin.

Karena ketiga pasangan calon ini tidak hadir, maka Robikin yang mewakili Termohon menganggap tiga pasangan calon ini mempercayakan sepenuhnya otoritas pengadilan.

"Kami menganggap para pemohon ini mempercayakan kepada PTUN. Harusnya kan dia menerima secara legowo, tetapi kenyataanya tidak," kata Robikin.

Meski demikian, Termohon menghormati apa yang disampaikan Pemohon dalam permohonannya. Termohon juga mengharapkan bahwa MK akan memutus perkara sengketa Pilkada Walikota Batu ini secara adil.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.