MK Tolak Gugatan "Tunas" dalam Pilgub NTT

Kupang (ANTARA) - Mahkamah Konstitusi (MK) menolak semua gugatan yang diajukan pasangan Ibrahim Agustinus Medah dan Melkiade Laka Lena (Tunas) dalam perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilkada Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT).

Juru Bicara Komisi Pemilihan Umum Provinsi NTT Djidon de Haan yang menghubungi Antara dari Jakarta, Senin, mengatakan putusan MK yang dibacakan pada Senin pukul 14.30 WIB terhadap PHPU nomor 29/PHPU menyatakan bahwa MK menolak semua gugatan.

"Saya mewakili KPU untuk menghadiri sidang putusan MK hari ini dan beberapa saat lalu, MK sudah membacakan putusan dan menolak semua gugatan yang diajukan pasangan Tunas," kata Djidon de Haan.

Pasangan Tunas menggugat berita acara rekapitulasi hasil penghitungan suara pemilihan umum kepala daerah dan wakil kepala daerah di tingkat provinsi oleh KPU NTT juncto SK KPU NTT Nomor 26/kpts/KPU-Prov-018/2013 tentang penetapan pasangan calon yang mengikuti pemilihan gubernur dan wakil gubernur NTT putaran kedua.

Tunas menilai hasil pemungutan suara dan hasil perhitungan suara yang ditetapkan oleh termohon (KPU) sarat dan bertentangan dengan asas-asas Pemilu yang luber dan jurdil.

Dalam gugatannya, pemohon memohon agar MK mengabulkan seluruh permohonannya dan menyatakan tidak sah, batal, dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat berita acara rekapitulasi hasil penghitungan suara Pilkada tingkat provinsi.

Tunas juga memohon agar suara sah pemohon ditetapkan sebesar 515.392 dan memerintahkan kepada KPU NTT untuk menetapkan pasangan nomor urut dua menjadi peserta Pilgub NTT pada putaran kedua.

Djidon mengatakan, MK telah mengambil keputusan yang adil dan berharap semua pihak dapat menerimanya.

Dia menambahkan, keputusan MK ini tetap berdampak pada perubahan jadwal pemungutan suara Pilgub putaran dua dari jadwal yang sudah ditetapkan sebelumnya 15 Mei.

Dampak paling besar adalah proses pengadaan dan pendistribusian logistik, karena membutuhkan waktu yang cukup panjang, katanya.(tp)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.