MKD Tunggu Laporan Terkait Anggota DPR Inisial DK Diduga Lakukan Pencabulan

Merdeka.com - Merdeka.com - Anggota DPR RI berinisial DK diduga melakukan pencabulan. Pelaku ini dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri.

Sementara itu Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) belum menerima laporan terhadap DK. MKD akan mengusutnya bila telah menerima laporan.

"Jika benar diadukan ke MKD maka kami akan memperlakukan aduan tersebut sesuai Peraturan DPR Nomor 2 Tahun 2015 tentang Pedoman Tata Beracara MKD," ujar Wakil Ketua MKD Habiburokhman kepada wartawan, Kamis (14/7).

MKD akan memeriksa pemenuhan syarat formil aduan. Bila memang terbukti, MKD akan menjadwalkan pemanggilan anggota DPR yang dilaporkan.

Habiburokhman menjamin MKD tidak aman membedakan laporan. Termasuk kasus dugaan pencabulan ini.

"Intinya kami tidak akan membeda-bedakan kan setiap laporan yang masuk ke DPR, kami pastikan semua prosedur dijalankan," ujar politikus Gerindra ini.

Senada, Wakil Ketua MKD Fraksi PAN Nazaruddin Dek Gam memastikan pihaknya akan mengusut kasus dugaan pencabulan dilakukan anggota dewan bila sudah ada laporan masyarakat.

Ia bilang, kasus tersebut membuat malu wajah lembaga DPR RI

"Tentu saja ini kasus yang sangat memalukan bagi kami DPR. Kalau memang terbukti ada pencabulan pasti kami akan bertindak," tegas anggota Komisi III DPR RI ini.

Direktorat Tindak Pidana Umum (Dit Tipidum) Bareskrim Polri telah mengundang korban dugaan tindak pidana perbuatan pencabulan oleh anggota DPR, DK. Pemanggilan untuk pemeriksaan ini dilakukan pada Kamis (14/7).

"Kemudian kasus DK. Saat ini, penyidik telah mengundang DK mengundang pelapor untuk klarifikasi," kata Kabagpenum Div Humas Polri Kombes Nurul Azizah kepada wartawan, Kamis (14/7).

Namun, Nurul belum menyebutkan terkait identitas dugaan korban pencabulan tersebut. Korban yang untuk dimintai klarifikasi ini sedianya diagendakan pada pukul 10.00 Wib.

"Mengundang pelapor untuk klarifikasi sesuai jadwal dijadwalkan hari ini, namun sampai dengan saya rilis hari ini tadi pelapor belum hadir," sebutnya.

"Jadi untuk kasus DK hari ini adalah jadwal panggilan untuk klarifikasi terhadap pelapor tetapi untuk pelapor belum hadir," sambungnya. [eko]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel