MN KAHMI: Jadikan HMI mitra strategis pemerintah percepat pembangunan

Sekretaris Jendral Majelis Nasional Korps Alumni HMI (MN KAHMI) Manimbang Kahariyadi mengajak para kadernya untuk menjadikan HMI sebagai mitra pemerintah guna mempercepat pembangunan.

"Saya titip, HMI ini asetnya pemuda. Jadikan HMI sebagai mitra strategis untuk mempercepat pembangunan," kata Manimbang dalam keterangan di Jakarta Selasa.

Kehadiran HMI sebagai organisasi kepemudaan, kata Manimbang harus siap untuk menjadi mitra strategis dan mitra kritis bila terdapat sebuah persoalan.

"HMI sebagai organisasi mahasiswa Islam harus siap menjadi mitra strategis sekaligus mitra kritis bagi pemerintah apabila terdapat persoalan di wilayah atau daerahnya. HMI harus memberikan solusi konkret atas persoalan yang sedang terjadi," katanya.


Baca juga: KAHMI benteng bangsa sisi intelektualitas dalam kemajemukan bangsa

Sebelumnya, Manimbang Kahariyadi memberikan selamat sekaligus berpesan kepada pengurus Badko HMI Jabodetabek-Banten yang baru saja dilantik oleh Pengurus Besar HMI.

Untuk diketahui, selain Manimbang, Koordinator Presidium MN KAHMI, Ahmad Dolli Kurnia Tandjung, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, KSP Moeldoko, dan tokoh publik lainnya turut memberikan selamat atas pelantikan pengurus baru Badko HMI Jabodetabek-Banten.

Ketua Umum terpilih Pengurus Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jabodetabeka-Banten terpilih yakni M. Adhiya Muzakki

Adhiya mengatakan pihaknya akan fokus pada tiga hal yakni ekonomi, politik, dan digitalisasi. Tiga hal itu juga menjadi tantangan tersendiri bagi bangsa Indonesia yang berdampak langsung kepada masyarakat.

Menurut dia di tengah ketidakpastian ekonomi global, HMI harus berperan aktif. Kemudian, HMI juga perlu fokus pada politik yang saat ini sudah mulai terasa gesekan dan gerakannya, hadir sebagai bagian dari kontrol sosial.

Baca juga: Tokoh nasional ikut jalan sehat rangkaian HUT KAHMI

"Kami juga akan terlibat aktif mencerdaskan masyarakat dan kontestasi politik 2024 mendatang. Selain itu, kami akan menjadi penjaga sekaligus penengah apabila terjadi gesekan gesekan sesama anak bangsa," katanya.

Kemudian, fokus pada digitalisasi menurut Adhiya juga sangat penting untuk diperhatikan mengingat perkembangan digital yang kian tak terbendung lagi.

"Digitalisasi sangat erat kaitannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kami akan fokuskan tenaga dan pikiran ke arah sana dalam rangka menjawab tantangan zaman," ujarnya.