MNC Group Garap Tol Ciawi-Sukabumi  

  • Dahlan pun Tidak Berdaya Tagih Dividen Freeport  

    Dahlan pun Tidak Berdaya Tagih Dividen Freeport  

    Tempo
    Dahlan pun Tidak Berdaya Tagih Dividen Freeport  

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menyatakan tak bisa berbuat banyak jika PT Freeport Indonesia tetap menolak menyetor dividen. Alasannya, suara pemerintah dalam rapat umum pemegang saham sangat kecil dibandingkan pemegang saham lainnya. (Baca: Freeport dan PLN Belum Setor Dividen) …

  • Industri Kertas Indonesia Kalah dari Singapura  

    Industri Kertas Indonesia Kalah dari Singapura  

    Tempo
    Industri Kertas Indonesia Kalah dari Singapura  

    TEMPO.CO, Jakarta - Meskipun memiliki pasokan bahan baku kertas yang besar, Indonesia masih kalah dari Singapura dalam hal ekspor produk cetakan. Ketua Umum Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI) Jimmy Junianto mengatakan saat ini nilai ekspor barang cetakan Indonesia baru mencapai US$ 226 juta, hanya seperenam dari nilai ekspor produk cetakan Singapura yang sebesar US$ 1,5 miliar. …

  • Singapura jadi raja pemberi utang ke Indonesia Rp 582,4 triliun

    Singapura jadi raja pemberi utang ke Indonesia Rp 582,4 triliun

    Merdeka.com
    Singapura jadi raja pemberi utang ke Indonesia Rp 582,4 triliun

    MERDEKA.COM. Bank Indonesia (BI) mengeluarkan data terbaru mengenai utang luar negeri Indonesia. Per Februari 2014, utang luar negeri Indonesia tembus USD 272,1 miliar atau setara dengan Rp 3107,4 triliun. utang ini terdiri dari utang luar negeri pemerintah dan bank sentral sebesar USD 129 miliar serta utang luar negeri swasta sebesar USD 143 miliar. ... …

TEMPO.CO, Bogor - MNC Group menginvestasikan dana sebesar Rp 7,8 triliun untuk proyek pembangunan jalan Tol Ciawi-Sukabumi. Dalam proyek di bawah bendera PT Trans Jabar Toll ini, perusahaan milik Hary Tanoesoedibjo ini memiliki saham sebanyak 75 persen dan sisanya dikuasai PT Jasa Sarana, badan usaha milik daerah Jawa Barat.

"Kami optimistis bisa menjawab tantangan untuk mempercepat pembangunan yang sudah 15 tahun terkatung-katung ini," kata CEO MNC Group, Hary Tanoesoedibjo, usai penandatanganan kesepakatan bersama untuk mempercepat realisasi pembangunan Jalan Tol Ciawi-Sukabumi di Hotel Santika Bogor, Selasa malam, 5 Februari 2013.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mendukung upaya percepatan pembangunan Tol Bocimi ini. Ia berharap pelaksanaan fisik bisa dimulai pada tahun 2013 ini karena pembebasan tanah sudah mencapai 40 persen. Harapannya, pada tahun 2014, jalan tol tersebut sudah bisa digunakan.

"Tol Bocimi sudah lama ditunggu masyarakat. Ada 9 juta penduduk yang membutuhkan," ujar Aher. "Kemacetan di jalur Sukabumi yang terparah di Jawa Barat. Adanya tol tentu mengatasi masalah itu."

Untuk itu, Gubernur meminta seluruh perangkat desa untuk turut membantu proses pengadaan tanah jalan Tol Ciawi-Sukabumi, di antaranya dengan memberikan sosialisasi kepada masyarakat yang terkena dampak pembangunan jalan tol. "Saya pastikan pemilik lahan akan mendapat ganti untung karena tanahnya dibeli pemerintah," ujar Aher.

Bupati Bogor Rachmat Yasin optimistis jalan Tol Bocimi bisa segera terealisasi dengan masuknya MNC Group dalam proyek tersebut. Selama ini, masyarakat sudah putus asa, karena tidak jelasnya kelanjutan pembangunan jalan tol tersebut. "Sekarang ada kepastian jika proyek segera dibangun. Insya Allah, tahun 2014 tak ada lagi jalur neraka Bocimi," kata Rahmat.

Panjang jalan Tol Ciawi-Sukabumi mencapai 54 kilometer, dimulai dari akses Ciawi Tol Jagorawi hingga Sukaraja Kota Sukabumi. Jalan tol itu dibagi menjadi empat seksi, yaitu Seksi I, Ciawi-Cigombong (15 km), Seksi II Cigombong-Cibadak (12 km), Seksi III Cibadak-Sukabumi Barat (14 km), dan Seksi IV Sukabumi Barat-Sukabumi Timur (13 km). Bentang jalan tol tersebut melewati empat kawasan di Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Sukabumi, dan Kabupaten Sukabumi.

ARIHTA U SURBAKTI

Berita populer lainnya:

Terima Rp 10 Juta, Maharani: Saya Enggak Munafik

Maharani Buka-bukaan Soal Kasus Sapi

Le Meridien Pastikan Maharani Ditangkap di Kamar

Anas Menjawab Desakan Mundur dari Demokrat

Abraham Samad : KPK Tak Gantung Status Anas

Dicegah KPK, Pemenang Putri Solo Melepas Mahkota

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...